BISNISMARKET.COM - Ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap investasi emas kini menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan bisnis Unit Usaha Syariah (UUS) di PT Bank Permata Tbk. Kenaikan harga logam mulia tersebut terbukti mendongkrak permintaan pembiayaan emas dari para nasabah dalam periode terkini.

Permata Bank mencatat bahwa permintaan pembiayaan yang berorientasi pada pembelian emas masih menunjukkan tren yang sangat kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa emas tetap dipandang sebagai instrumen investasi yang aman dan menjanjikan di tengah fluktuasi ekonomi.

Fenomena ini disampaikan langsung oleh Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad, dalam sesi acara Public Expose Permata Bank yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis, 13 Maret 2026.

Rudy Basyir Ahmad menyoroti bagaimana kondisi pasar saat ini sangat mendukung produk pembiayaan berbasis syariah. "Dengan kenaikan emas yang cukup signifikan, demand dan investasi terhadap emas cukup tinggi," kata Rudy Basyir Ahmad.

Salah satu produk andalan yang menopang kinerja transaksi emas di UUS Permata Bank adalah Permata KTA iB Multiguna. Produk pembiayaan syariah tanpa agunan ini menawarkan plafon hingga Rp300 juta yang secara spesifik dapat dialokasikan untuk pembelian logam mulia.

Keunggulan produk ini dibandingkan penawaran lain terletak pada kemudahan akses dana yang dicairkan di muka oleh nasabah. "Alhamdulillah, KTA iB Emas kami sangat atraktif. Di saat tempat lain emasnya ditahan, di Permata Bank emasnya bisa diterima di depan oleh nasabah,” ujarnya.

Produk KTA iB Multiguna ini juga menawarkan tenor pinjaman yang cukup panjang, yaitu mencapai lima tahun. Selain itu, terdapat insentif menarik berupa tanpa biaya administrasi serta margin yang sangat kompetitif, mulai dari 0,79 persen per bulan bagi nasabah kategori payroll.

Rudy menegaskan bahwa pembiayaan emas ini memainkan peran krusial dalam pencapaian kinerja positif bank tahun sebelumnya. "Kalau kita bicara KTA ini, salah satu yang benar-benar mendukung pertumbuhan tahun lalu,” katanya.

Strategi yang diterapkan Permata Bank, yaitu memberikan kepastian bahwa nasabah akan menerima kepemilikan fisik emas sejak awal pembiayaan, terbukti sangat efektif. Pendekatan ini berhasil menarik minat besar dari segmen nasabah ritel yang mencari aset stabil.