BISNISMARKET.COM - Emiten pengelola jaringan bioskop terbesar, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (CNMA) atau Cinema XXI, berhasil mencatatkan kinerja pendapatan yang solid sepanjang tahun 2025, mencapai angka Rp5,86 triliun. Peningkatan ini merepresentasikan pertumbuhan tahunan (YoY) sebesar 2,60% dari periode sebelumnya. Meskipun demikian, di balik kenaikan pendapatan tersebut, laba bersih perusahaan justru mengalami kontraksi tipis sebesar 3,32% YoY, berakhir di posisi Rp704,75 miliar pada akhir tahun fiskal 2025.
Kontribusi terbesar terhadap total pendapatan masih berasal dari penjualan tiket bioskop yang menyumbang Rp3,56 triliun, mengalami kenaikan ringan 0,59% YoY. Sementara itu, sektor makanan dan minuman (F&B) menunjukkan performa yang lebih kuat, menyumbang pendapatan Rp1,99 triliun, meningkat 3,35% YoY. Sisa pendapatan perusahaan dialokasikan dari segmen lain seperti iklan, platform digital, serta penyelenggaraan acara khusus.
Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, menyatakan bahwa di tengah gejolak dinamika ekonomi industri, perusahaan tetap fokus menjaga performa bisnis sambil memastikan pengalaman menonton yang optimal bagi seluruh penikmat film di Nusantara. Ia menekankan bahwa kepercayaan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama yang menguatkan stabilitas kinerja perusahaan saat ini.
Sepanjang tahun 2025, Cinema XXI berhasil melayani total 85 juta pengunjung bioskop, sejalan dengan kenaikan Average Ticket Price (ATP) sebesar 3,0% menjadi Rp46.057. Kenaikan ATP ini dipicu signifikan oleh peningkatan okupansi pada studio premium unggulan, seperti The Premiere dan IMAX®. Selain itu, strategi penguatan segmen F&B terbukti berhasil meningkatkan daya tarik produk bagi pengunjung.
Pengembangan menu baru dan peningkatan kualitas layanan F&B membuahkan hasil, terlihat dari rata-rata belanja per penonton (spend per head) yang melonjak 5,9% hingga mencapai Rp25.814 sepanjang tahun 2025. Peningkatan belanja ini menunjukkan bahwa produk F&B telah memberikan kontribusi yang semakin substansial terhadap keseluruhan kinerja finansial Perseroan.
Lebih lanjut, CNMA terus mengimplementasikan strategi ekspansi jaringan secara agresif, meresmikan 12 lokasi bioskop baru dan menambah total 43 layar baru. Ekspansi ini memastikan Cinema XXI hadir perdana di kota-kota seperti Indramayu, Pematangsiantar, Magelang, Tuban, dan Kota Metro (Lampung). Per akhir Desember 2025, total jaringan operasional perusahaan mencakup 1.388 layar di 267 bioskop, tersebar di 56 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia.
Suryo Suherman menutup pernyataannya pada Jumat (6/3/2026) dengan menegaskan bahwa ekspansi jaringan ini adalah bagian dari rencana jangka panjang untuk mendistribusikan akses hiburan berkualitas ke berbagai penjuru negeri. Ia berjanji bahwa perusahaan akan terus mengakselerasi penambahan layar baru secara selektif sembari menjaga standar kualitas layanan yang telah ditetapkan.