JAKARTA, BisnisMarket.com – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan masif di berbagai sekolah di Indonesia tidak hanya berdampak pada kesehatan siswa, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru. Kebijakan ini menjadi katalis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertransformasi dan menangkap peluang bisnis di lingkungan pendidikan.
Dengan adanya standar gizi yang ditetapkan pemerintah, wajah kantin dan ekosistem jajanan sekolah mulai bergeser. Para pelaku usaha kini dituntut lebih kreatif dalam menyajikan produk yang komplementer dengan program utama pemerintah tersebut.
Berikut adalah beberapa sektor UMKM yang diprediksi akan berkembang pesat di lingkungan sekolah selama tahun 2026:
1. Katering Mitra MBG dan Paket Snack Sehat
UMKM memiliki peluang besar untuk menjadi vendor penyedia makanan. Selain menu utama, penyediaan paket snack tambahan berbasis pangan lokal—seperti puding buah, olahan kacang-kacangan, atau keripik sayur—menjadi celah yang sangat potensial. Kuncinya adalah pada kemasan yang higienis dan sertifikasi halal/PIRT.
2. Minuman Edukasi Gizi
Jika makanan berat sudah disediakan oleh program pemerintah, UMKM dapat mengambil peran di sektor minuman. Tren saat ini bergeser dari minuman instan tinggi gula ke minuman fungsional seperti jus buah murni tanpa pemanis tambahan, susu kedelai segar, atau minuman rempah kekinian yang disukai anak-anak.
3. Perlengkapan Makan Reusable (Ramah Lingkungan)
Seiring dengan masifnya distribusi makanan setiap hari, kebutuhan akan wadah makan dan alat makan yang praktis menjadi meningkat. UMKM yang bergerak di bidang pengadaan lunch box ramah lingkungan, botol minum (tumbler) kustom, hingga tas bekal estetik kini mulai kebanjiran pesanan dari orang tua siswa.