BISNISMARKET.COM - Gangguan besar pada sistem jaringan kelistrikan di Pulau Sumatra terjadi pada malam hari, tepatnya hari Jumat (22/5/2026). Peristiwa ini segera menarik perhatian serius dari berbagai tingkatan pemerintah, baik daerah maupun pusat.

Sebagai konsekuensi langsung dari gangguan tersebut, pasokan listrik terhenti secara total di sebagian besar wilayah operasional Sumatra. Hal ini menunjukkan adanya kerentanan signifikan dalam infrastruktur kelistrikan regional yang perlu segera ditangani.

Dampak dari pemadaman listrik ini sangat terasa, mengganggu berbagai layanan publik esensial serta aktivitas perekonomian masyarakat luas. Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai ketahanan sistem energi di kawasan tersebut.

Secara spesifik, gangguan sistem ini berdampak pada sekitar 13,1 juta pelanggan yang terdaftar di wilayah Sumatra. Jumlah pelanggan yang terdampak merupakan indikator penting mengenai skala kerusakan yang terjadi pada malam itu.

Menanggapi kejadian tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Dewan Energi Nasional (DEN) segera melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja PT PLN (Persero). Fokus utama evaluasi adalah mencari akar masalah dari kegagalan sistem yang meluas tersebut.

Pemerintah melalui ESDM dan DEN memberikan penekanan kuat kepada pihak PLN untuk segera mengambil langkah konkret. Tujuannya adalah menjamin stabilitas pasokan listrik di Sumatra agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

"Peristiwa gangguan sistem jaringan kelistrikan yang terjadi pada malam hari, tepatnya Jumat (22/5/2026), menjadi sorotan utama pemerintah daerah dan pusat," demikian disampaikan merujuk pada situasi yang berkembang pasca kejadian.

Pihak berwenang menekankan pentingnya peningkatan ketahanan infrastruktur kelistrikan regional saat ini. Hal ini perlu dilakukan mengingat dampak fatal yang ditimbulkan bagi layanan publik dan aktivitas masyarakat akibat pemadaman tersebut.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, evaluasi kinerja ini bertujuan memastikan komitmen PLN dalam menjaga keandalan sistem, terutama mengingat jumlah pelanggan yang mengalami pemadaman listrik mencapai angka yang sangat besar.