BISNISMARKET.COM - Perpanjangan tenggat waktu implementasi standar akuntansi baru, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117, telah mendapatkan sambutan positif dari kalangan industri. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan untuk memberikan waktu tambahan bagi para pelaku industri keuangan untuk menyesuaikan diri dengan standar tersebut.

Keputusan ini sangat dinantikan oleh Asosiasi Konsultan Aktuaria (ACA) sebagai salah satu pihak yang terdampak langsung oleh perubahan regulasi ini. Pemberian waktu ekstra ini dinilai krusial mengingat kompleksitas teknis yang melekat pada penerapan PSAK 117.

Penundaan ini secara spesifik memberikan kesempatan lebih bagi perusahaan untuk melakukan adaptasi menyeluruh. Adaptasi tersebut mencakup berbagai aspek fundamental dalam operasional bisnis mereka sehari-hari.

Hal mendasar yang menjadi perhatian adalah perubahan signifikan pada proses bisnis internal yang harus diselaraskan dengan standar akuntansi yang baru. Proses ini memerlukan peninjauan ulang dan restrukturisasi sistem yang ada.

Selain proses bisnis, metodologi aktuaria yang digunakan juga memerlukan penyesuaian mendalam agar sesuai dengan kerangka PSAK 117. Metodologi ini merupakan inti dari penilaian risiko dan kewajiban perusahaan asuransi.

Lebih lanjut, sistem teknologi informasi (IT) yang menopang seluruh perhitungan dan pelaporan juga harus ditingkatkan atau bahkan diganti. Integrasi standar baru ini ke dalam sistem IT adalah tantangan teknis yang tidak kecil.

Oleh karena itu, ACA menyambut baik kebijakan yang dikeluarkan oleh OJK tersebut. Mereka melihat perpanjangan waktu ini sebagai langkah bijaksana untuk memastikan transisi berjalan mulus tanpa mengganggu stabilitas pasar.

"Kebijakan ini disambut baik ACA karena PSAK 117 melibatkan perubahan kompleks pada proses bisnis, metodologi aktuaria, & sistem IT," demikian pernyataan resmi dari pihak ACA mengenai apresiasi mereka terhadap keputusan OJK.

Dengan adanya perpanjangan hingga Juni 2026, industri memiliki waktu yang lebih memadai untuk melakukan pengujian dan validasi sebelum penerapan penuh diberlakukan. Hal ini mengurangi risiko kesalahan implementasi yang dapat berimplikasi pada laporan keuangan.