JAKARTA, BisnisMarket.com - Suasana khidmat dan hening akan segera menyelimuti Pulau Dewata. Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merancang rekayasa operasional transportasi yang komprehensif. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat sebelum dan sesudah momen sakral tersebut, sekaligus memberikan penghormatan penuh terhadap pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang berlangsung selama 24 jam.

Harmonisasi Tradisi dan Mobilitas

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menekankan pentingnya penyesuaian ini. "Penyesuaian operasional transportasi ini dilakukan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan baik sebelum dan sesudah Nyepi," ujarnya, mengutip keterangan resminya pada Senin (16/3/2026). Beliau menambahkan, "Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan tertib, selamat, aman, dan nyaman." Imbauan ini menjadi kunci agar masyarakat dapat beradaptasi dengan baik terhadap kebijakan yang diterapkan demi kelancaran bersama.

Lumpuhnya Transportasi Udara dan Laut

Puncak dari rekayasa operasional ini akan terasa pada sektor transportasi udara dan laut. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan mengalami penghentian operasional sementara. Seluruh penerbangan, baik domestik maupun internasional, tidak akan beroperasi mulai Kamis, 19 Maret 2026, pukul 06.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026, pukul 06.00 WITA. Periode 24 jam ini menjadi momen penting bagi umat Hindu untuk menjalankan ibadah dan refleksi.

Tak hanya udara, jalur pelayaran pun akan merasakan dampak signifikan. Layanan pada lintasan penyeberangan utama, yaitu Ketapang-Gilimanuk, akan dihentikan sementara. Penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur, ditutup mulai Rabu (18/3/2026) pukul 17.00 WIB. Sementara itu, layanan dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, akan dihentikan mulai Kamis (19/3/2026) pukul 05.00 WITA dan dijadwalkan kembali beroperasi pada Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WITA. Penyesuaian serupa juga berlaku untuk lintasan Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar, yang operasionalnya akan dihentikan selama perayaan Nyepi dan kembali normal setelahnya.

Darat Tetap Bergerak, Namun Terbatas

Meskipun transportasi udara dan laut mengalami penghentian total, transportasi darat masih akan beroperasi dengan penyesuaian. Terminal Mengwi akan membatasi keberangkatan bus antarkota antarprovinsi hingga siang hari pada H-1 Nyepi. Setelah itu, operasional terminal akan dihentikan selama perayaan Nyepi dan kembali normal pasca-perayaan. Hal ini memastikan bahwa aktivitas darat yang esensial dapat tetap berjalan sebelum dimulainya Catur Brata Penyepian.

Kesiapan Operator Menjadi Kunci