BISNISMARKET.COM - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Selasa (28/4/2026) menunjukkan tren pelemahan. Indeks ditutup terkoreksi signifikan sebesar 34,13 poin atau setara dengan -0,48% pada posisi akhir di level 7.072,39.
Aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing masih mendominasi aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada hari tersebut. Tercatat, total aktivitas jual bersih asing mencapai angka Rp 2,4 triliun.
Secara rinci, total nilai pembelian investor asing tercatat sebesar Rp 5,94 triliun, sementara nilai penjualan mencapai Rp 8,29 triliun pada penutupan hari itu.
Meskipun sentimen jual bersih asing masih kuat, terjadi fenomena menarik di mana investor asing melakukan akumulasi atau pembelian selektif pada saham-saham tertentu. Beberapa emiten berhasil mencatatkan net foreign buy yang cukup substansial pada hari yang sama.
Saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) menjadi primadona bagi koleksi investor asing, mencatatkan nilai net buy terbesar yakni mencapai Rp330,5 miliar. Aksi akumulasi besar ini dikonfirmasi terjadi melalui mekanisme pasar negosiasi.
Selain emiten tersebut, terlihat pula adanya minat asing terhadap sektor komoditas yang sedang menjadi sorotan, khususnya di segmen pertambangan dan energi. Dua saham yang menarik perhatian adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat menunjukkan optimisme dengan berada di zona hijau dan bahkan berhasil menyentuh level tertinggi harian di 7.151,51 sebelum akhirnya tertekan.
Total nilai transaksi pada hari itu tercatat mencapai Rp 17,48 triliun, melibatkan pergerakan sebanyak 30,23 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,11 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar bursa pun mengalami penurunan menjadi Rp 12.594 triliun.
Pelemahan indeks secara keseluruhan sangat dipengaruhi oleh kinerja beberapa saham berbobot besar. Mengutip Refinitiv, saham Amman Mineral (AMMN) menjadi pemberat utama pada indeks dengan kontribusi koreksi sebesar -8,36 poin.