JAKARTA, BisnisMarket.com - Ramadhan selalu menjadi bulan penuh berkah dan kebahagiaan bagi umat Muslim. Namun, di balik suasana penuh kehangatan itu, ada fenomena sosial yang menarik perhatian, terutama di kota Bogor. Setiap tahun menjelang dan selama bulan suci ini, muncul sejumlah pengemis musiman yang tampak lebih banyak dan lebih aktif. Fenomena ini tidak hanya sekadar pemandangan biasa, melainkan sebuah gambaran kompleks tentang dinamika sosial dan ekonomi masyarakat yang layak untuk diungkap lebih dalam.

Fenomena yang Muncul Setiap Tahun

Pengemis musiman di Bogor biasanya mulai muncul beberapa hari sebelum Ramadhan dan puncaknya terjadi di awal bulan suci. Mereka tampak berkeliling di pusat keramaian, pasar, hingga tempat ibadah, berharap mendapatkan sedekah dari masyarakat yang sedang beribadah dan berbuat baik. Dilansir dari Kompas.com (6/3), fenomena ini bukan hanya soal kebutuhan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan budaya dan adat yang sudah mengakar.


Emi (70) mengenakan masker bersama teman-temannya duduk di sisi jalan Layang Kota Bogor pada Rabu, 4 Februari 2026. (Foto KOMPAS.com/Hafizh Wahyu Darmawan)

Alasan di Balik Munculnya Pengemis Musiman

Mengapa fenomena ini begitu mencolok setiap tahunnya? Berdasarkan analisis dari berbagai kalangan, munculnya pengemis musiman di Bogor didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, faktor ekonomi masyarakat yang tidak merata, di mana sebagian masyarakat mengalami kesulitan ekonomi dan mencari cara cepat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kedua, budaya sosial yang menempatkan sedekah dan membantu sesama sebagai bagian dari tradisi Ramadhan.

Selain itu, dikatakan oleh salah satu warga dilansir dari Kompas.com (6/3), "Ada yang memang benar-benar membutuhkan, tetapi tidak sedikit pula yang memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan penghasilan lebih." Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua pengemis musiman memiliki latar belakang yang sama, ada yang benar-benar membutuhkan, tetapi ada juga yang memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Fenomena sosial ini tentu menimbulkan berbagai pandangan. Di satu sisi, pengemis musiman menjadi pengingat akan ketidakmerataan ekonomi dan perlunya perhatian lebih dari pemerintah maupun masyarakat. Di sisi lain, munculnya mereka juga menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan dan keaslian kebutuhan yang mereka rasakan.

Sebagaimana dikatakan oleh seorang aktivis sosial, "Kita harus mampu memilah mana yang benar-benar membutuhkan dan mana yang memanfaatkan situasi. Edukasi dan perhatian terhadap ekonomi masyarakat harus terus ditingkatkan." Fenomena ini menjadi cermin bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam aspek kesejahteraan dan keadilan sosial.