BISNIS MAKET - Belakangan ini, istilah MADAS menjadi pusat perhatian publik setelah dikaitkan dengan konflik antara Kiai Muhammad Imam Muslimin, atau dikenal dengan Yai Mim dan Sahara Rental di Kota Malang. Konflik ini bermula dari persoalan lahan dan penggunaan fasilitas di kawasan Joyo Grand, yang kemudian berkembang menjadi sengketa sosial yang mengganggu ketenangan lingkungan. 

Nama MADAS mencuat karena suami Sahara, yang disebut sebagai Ketua Ormas MADAS Karangploso, diduga memiliki peran dalam memperkuat narasi pihak Sahara.

MADAS (Madura Asli) adalah organisasi masyarakat yang berdiri untuk mewadahi komunitas Madura, baik yang tinggal di pulau Madura maupun yang berada di perantauan. Organisasi ini berdiri dengan tujuan membina, melindungi, dan mensejahterakan masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.

Forum ini pertama kali dibentuk sebagai organisasi modern yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, advokasi sosial, dan pembinaan moral. Organisasi ini memiliki struktur kepengurusan yang lengkap, mulai dari Ketua Umum, Wakil Ketua, Sekretaris Jenderal, Bendahara, hingga bidang operasional seperti koperasi, UMKM, pendidikan, dan advokasi hukum. 

Salah satu tokoh penting di organisasi ini adalah adalah KRH. HM. Jusuf Rizal, yang menjabat Presiden Ormas periode 2024–2029. Forum ini memiliki jaringan yang luas di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Malang, dan dikenal aktif dalam kegiatan sosial serta pemberdayaan warga.

Organisasi ini mengusung tiga program utama yang dikenal dengan istilah “Bina, Lindung, Sejahtera”:
1. Bina: Program edukasi dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM warga Madura, termasuk pendidikan keagamaan dan pelatihan keterampilan.
2. Lindung: Memberikan pendampingan hukum dan melindungi hak-hak masyarakat, khususnya dalam persoalan sosial, sengketa lahan, atau masalah hukum lainnya.
3. Sejahtera: Mendorong kesejahteraan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, koperasi, dan kerja sama strategis dengan pihak pemerintah maupun swasta.

Keterlibatan MADAS dalam Konflik Yai Mim dan Sahara Rental
Konflik antara Yai Mim dan Sahara Rental mulai menjadi sorotan publik ketika masalah lahan di kawasan Joyo Grand berujung pada pengusiran Yai Mim dari lingkungan tersebut. Nama MADAS mencuat karena suami Sahara, yang disebut sebagai Ketua MADAS Karangploso, diduga memainkan peran di balik narasi yang disebarkan oleh istrinya melalui media sosial. 

Warganet menyoroti dugaan “playing victim” yang diunggah melalui akun TikTok @Sahara_vibesssss, sehingga memunculkan spekulasi mengenai keterlibatan organisasi dalam sengketa ini.

Meski organisasi ini sendiri tidak secara resmi menyatakan terlibat langsung, posisi suami Sahara sebagai ketua ormas menimbulkan persepsi publik bahwa organisasi tersebut memiliki pengaruh dalam memperkuat posisi pihak Sahara. Hal ini memicu perdebatan, apakah konflik ini murni persoalan warga atau sudah ada campur tangan figur berpengaruh melalui jaringan organisasi masyarakat.