BISNISMARKET.COM - Masa perimenopause menghadirkan serangkaian tantangan fisik yang signifikan bagi banyak perempuan di Indonesia maupun dunia. Perubahan ini terutama dipicu oleh ketidakstabilan hormon estrogen dan progesteron yang mulai terjadi.

Salah satu dampak utama dari fluktuasi hormon ini adalah kecenderungan kenaikan berat badan yang lebih mudah terjadi dan penurunan tingkat energi yang dirasakan sehari-hari. Kondisi ini sering membuat aktivitas fisik yang biasa dilakukan terasa jauh lebih berat dan menguras tenaga.

Meskipun demikian, para pakar kesehatan dan kebugaran menekankan bahwa olahraga tetap menjadi komponen yang sangat krusial untuk dikelola selama fase transisi ini. Menjaga rutinitas fisik yang tepat adalah kunci untuk menopang kesehatan jangka panjang.

Fisiolog olahraga Rachelle Reed menjelaskan bahwa perimenopause merupakan fase krusial sebelum memasuki menopause seutuhnya. Fase ini ditandai dengan melambatnya fungsi ovarium, yang secara langsung memengaruhi metabolisme basal tubuh.

Perubahan hormonal tersebut juga memiliki efek negatif pada kualitas tidur dan kemampuan alami tubuh untuk mempertahankan massa otot yang sehat. Hal ini menjadi perhatian utama bagi perempuan yang memasuki usia tersebut.

"Perimenopause adalah fase transisi menuju menopause di mana fungsi ovarium mulai melambat, yang berdampak pada metabolisme, tidur, dan kemampuan tubuh mempertahankan massa otot," ujar Rachelle Reed.

Selain itu, perubahan hormon ini dipercepat oleh penumpukan lemak tubuh, khususnya di area perut yang seringkali lebih sulit diatasi. Proses pembentukan otot baru juga menjadi lebih menantang dibandingkan sebelumnya.

Pelatih kebugaran profesional, Brooke Taylor, menyoroti pentingnya melakukan penyesuaian terhadap rutinitas latihan yang selama ini dijalani. Adaptasi ini harus sejalan dengan perubahan fisiologis yang terjadi pada tubuh perempuan.

Brooke Taylor menegaskan perlunya evolusi dalam pendekatan latihan, memastikan bahwa pola olahraga selalu mengikuti perkembangan dan kebutuhan tubuh yang berubah selama masa perimenopause.