BISNISMARKET.COM - Minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar modal menunjukkan tren positif yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ini tidak hanya didominasi oleh institusi besar, tetapi juga oleh lonjakan jumlah investor individu atau ritel.

Berdasarkan data hingga April 2026, total investor di pasar modal tanah air telah mencapai angka 26,1 juta Single Investor Identification (SID). Khusus untuk instrumen saham, jumlahnya kini menyentuh 9.523.625 SID atau tumbuh sebesar 10,69% secara year-to-date (ytd).

Sepanjang tahun berjalan, tercatat ada penambahan sebanyak 919.448 investor saham baru di bursa. Secara rata-rata, terdapat sekitar 8.065 SID baru yang bergabung setiap harinya untuk bertransaksi di pasar saham Indonesia.

Dominasi investor ritel semakin terlihat nyata setelah mereka tercatat menguasai 49,9% dari total transaksi saham pada penutupan tahun 2025. Fenomena ini mencerminkan kepercayaan publik yang kuat terhadap stabilitas dan potensi keuntungan di pasar modal.

"Saham dengan fundamental yang apik dan prospek menjanjikan menjadi daya tarik utama bagi investor ritel karena dinilai mampu memberikan keuntungan mumpuni di masa depan," dikutip dari CNBC Indonesia.

Salah satu emiten yang menjadi primadona bagi investor perorangan adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI. Berkat basis massa yang besar, BBRI kini menyandang predikat sebagai 'saham rakyat' dengan jumlah investor ritel terbanyak di sektor perbankan.

"Saat ini BBRI memiliki total pemegang saham ritel sebanyak 717.122 orang atau setara dengan 8,30% dari total kepemilikan saham," dikutip dari CNBC Indonesia. Persentase ini menunjukkan kenaikan dibandingkan akhir tahun 2025 yang berada di angka 8,13%.

Lonjakan jumlah investor ini dipicu oleh momentum harga saham BBRI yang dinilai sedang berada dalam posisi "diskon" sepanjang tahun ini. Selain harga yang terjangkau, kebijakan perusahaan dalam membagikan dividen yang menarik menjadi magnet tersendiri bagi publik.

"Rasio Price to Book Value (PBV) BBRI saat ini menyentuh level 1,44 kali, yang berarti berada di bawah rata-rata historis dalam lima tahun terakhir," dikutip dari CNBC Indonesia. Kondisi ini dianggap sebagai momentum yang tepat bagi para investor untuk mulai mengoleksi saham tersebut.