JAKARTA, BisnisMarket.com - Gelombang aspirasi kembali bergulir di ibu kota. Ribuan mahasiswa turun ke jalan, menyuarakan kekhawatiran besar terhadap pengelolaan keuangan negara, harga kebutuhan hidup yang melonjak, hingga kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran. Aksi ini menjadi sorotan publik, mengingat tuntutan yang diajarkan menyentuh langsung kepentingan seluruh masyarakat Indonesia. Bagaimana tanggapan resmi pemerintah? Apakah suara mahasiswa ini akan didengar dan diwujudkan dalam kebijakan nyata?

Suara Lantang Mahasiswa: 5 Tuntutan Utama Guncang Jakarta

Dilansir dari Bloomberg Technoz (13/6), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia bersama elemen mahasiswa lainnya menggelar aksi penyampaian pendapat bertajuk Menuju Indonesia Bangkrut pada Jumat (12/6/2026) di kawasan Dukuh Atas. Dalam aksi tersebut, mereka mengajukan lima poin tuntutan tegas yang menjadi perhatian utama:

1.     Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dinilai tidak efisien dan tidak tepat guna.

2.     Menurunkan harga kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin membebani daya beli masyarakat.

3.     Menghentikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

4.     Menghentikan praktik militerisme yang masuk ke ranah sipil.

5.     Meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan dan tidak lagi mengelak dari tanggung jawab.

Poin utama yang paling banyak disorot adalah soal pemborosan APBN. Mahasiswa menilai, alokasi anggaran negara yang besar belum memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat, sementara di sisi lain, beban ekonomi masyarakat semakin berat akibat kenaikan harga barang dan bahan bakar.