BISNISMARKET.COM - Keputusan penting terkait pembagian keuntungan dan strategi korporasi telah diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri baru-baru ini. Agenda utama yang disepakati adalah distribusi dividen tunai yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Keputusan ini menunjukkan komitmen kuat Bank Mandiri untuk memberikan nilai maksimal kepada para pemegang saham yang telah mendukung kinerja perseroan sepanjang tahun fiskal sebelumnya. Pembagian dividen ini merupakan bagian dari strategi manajemen dalam membagi hasil laba bersih tahun 2023.
Secara spesifik, RUPST menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp44,47 triliun. Jumlah ini merepresentasikan porsi yang signifikan, yaitu 79% dari total laba bersih yang berhasil dibukukan Bank Mandiri pada tahun buku 2023.
Selain dividen, pemegang saham juga memberikan lampu hijau terhadap rencana aksi korporasi lainnya, yakni program pembelian kembali saham atau buyback saham. Program ini akan dilaksanakan dengan alokasi dana mencapai Rp1,17 triliun.
Program buyback ini biasanya dilakukan sebagai upaya menjaga kestabilan harga saham di pasar serta meningkatkan earning per share (EPS) bagi investor yang mempertahankan kepemilikan sahamnya. Detail mengenai mekanisme dan jadwal pelaksanaan buyback akan diumumkan lebih lanjut oleh manajemen.
Terkait pembagian dividen, ditetapkan pula besaran per saham atau dividend per share (DPS) yang akan diterima oleh setiap pemegang saham. Angka DPS yang ditetapkan mencapai Rp476,95 per saham.
Investor perlu mencermati jadwal pelaksanaan pembayaran dividen untuk memastikan mereka mendapatkan haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Rincian lengkap mengenai tanggal pencatatan (recording date) dan tanggal pembayaran akan segera dirilis oleh perseroan.
Dikutip dari sumber berita, persetujuan ini memastikan bahwa dividen yang dibagikan merupakan yang tertinggi dalam sejarah Bank Mandiri, merefleksikan kinerja fundamental yang sangat solid sepanjang tahun.
"Bank Mandiri bagikan dividen tertinggi sejarah Rp 44,47 T, 79% dari laba bersih 2025," merupakan ringkasan keputusan penting yang telah termaktub dalam hasil RUPST tersebut, sebagaimana disampaikan oleh manajemen.