JAKARTA, BisnisMarket.com - Dunia keamanan siber kembali dikejutkan dengan penemuan malware berbahaya yang berhasil menyusup ke dalam toko aplikasi resmi, Google Play Store. Malware yang dijuluki sebagai "NoVoice" ini dilaporkan telah menginfeksi lebih dari 50 aplikasi dan mencatatkan angka unduhan fantastis hingga 2,3 juta kali per April 2026.
Para peneliti keamanan dari McAfee mengungkapkan bahwa kampanye berbahaya ini sangat rapi karena menyamar sebagai aplikasi utilitas yang tampak berguna, namun memiliki kemampuan rootkit yang mematikan.
Menyamar Sebagai Aplikasi Populer
Berdasarkan laporan teknis, malware NoVoice bersembunyi di balik berbagai jenis aplikasi, mulai dari:
Pembersih sistem (Cleaner apps)
Galeri foto kustom
Game kasual gratis
Aplikasi penghemat baterai
Aplikasi ini bekerja secara normal saat pertama kali diinstal untuk menghindari kecurigaan pengguna. Namun, di balik layar, ia mulai mengeksploitasi celah keamanan pada sistem Android yang belum diperbarui (terutama perangkat dengan security patch lama).