BISNISMARKET.COM - PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) tengah mengarungi babak baru dalam peta bisnisnya di Indonesia melalui langkah ekspansi yang cukup masif di sektor pakan ternak dan peternakan. Langkah strategis ini digencarkan sebagai fondasi untuk memperkuat pijakan perusahaan di pasar domestik Indonesia.
Rencana ambisius ini dibuktikan dengan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) yang telah ditetapkan untuk tahun berjalan. Nilai investasi yang disiapkan oleh perusahaan terbilang substansial, berada dalam rentang Rp700 miliar hingga Rp800 miliar.
Fokus utama dari gelontoran dana belanja modal tersebut diarahkan secara spesifik pada pembangunan fasilitas produksi yang benar-benar baru. Ini menunjukkan komitmen serius perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi secara keseluruhan.
Pembangunan pabrik pakan ternak baru ini telah ditentukan lokasinya secara definitif, yaitu di Provinsi Lampung. Pemilihan lokasi ini dipercaya akan memberikan keuntungan logistik dan distribusi yang lebih efisien ke wilayah sekitarnya.
Langkah ekspansi ini merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang yang telah disusun oleh manajemen perusahaan. Tujuannya jelas, yakni untuk mengamankan dan meningkatkan pangsa pasar yang sudah dikuasai saat ini.
Dilansir dari Tren Bisnis Market, rencana alokasi dana investasi yang besar ini mencerminkan optimisme perusahaan terhadap pertumbuhan permintaan di sektor peternakan nasional. Investasi ini diharapkan segera memberikan dampak positif pada kinerja operasional perusahaan.
Rencana pembangunan pabrik baru di Lampung ini merupakan manifestasi nyata dari upaya perseroan dalam meningkatkan efisiensi operasional. Dengan fasilitas yang mutakhir, diharapkan kualitas dan kuantitas hasil produksi pakan ternak dapat ditingkatkan.
Perusahaan meyakini bahwa penambahan kapasitas produksi melalui pabrik baru ini akan menjadi kunci sukses dalam menghadapi persaingan industri yang semakin ketat. Hal ini sejalan dengan kebutuhan pasar akan pasokan pakan ternak yang stabil dan berkualitas.
Penyediaan infrastruktur produksi yang lebih besar melalui pabrik di Lampung ini menjadi prioritas utama dalam alokasi dana ratusan miliar rupiah tersebut. Hal ini menegaskan komitmen MAIN untuk terus berinvestasi pada aset-aset produktif demi pertumbuhan berkelanjutan.