BISNISMARKET.COM - PT Bank Seabank Indonesia, yang lebih dikenal sebagai SeaBank, berhasil mengamankan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun 2025. Angka fantastis yang dibukukan mencapai Rp678,4 miliar.
Capaian laba bersih ini menunjukkan peningkatan substansial sebesar 79 persen jika dibandingkan secara tahunan atau year on year (yoy). Peningkatan ini sangat kontras dengan perolehan laba tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp378,8 miliar.
Performa finansial yang kuat ini melanjutkan tren positif profitabilitas yang telah ditunjukkan oleh SeaBank selama empat tahun terakhir berturut-turut. Sebagai perbandingan, laba pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp241,4 miliar, sementara tahun 2022 meraih Rp269,2 miliar.
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menggarisbawahi bahwa performa positif sepanjang tahun 2025 ini adalah cerminan langsung dari efektivitas strategi bisnis yang telah diterapkan oleh perseroan.
"Ke depan, kami akan terus menjaga momentum ini dengan fokus pada inovasi layanan digital yang relevan, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah,” jelas Sasmaya Tuhuleley, sebagaimana dikutip pada 2 April 2026.
Dari sisi pendanaan, SeaBank berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp34,8 triliun. Angka tersebut merefleksikan tingkat kepercayaan nasabah yang terus meningkat terhadap layanan perbankan yang ditawarkan.
Sementara itu, penyaluran kredit juga menunjukkan dinamika yang positif, dengan total kredit yang berhasil disalurkan menyentuh angka Rp32,1 triliun. Hal ini disertai dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang tetap terkendali di level 1,82 persen.
Dari aspek permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) SeaBank berada pada posisi yang solid, yakni 23,3 persen. Tingkat ini mengindikasikan bahwa kapasitas permodalan bank memadai untuk mendukung rencana ekspansi dan pertumbuhan bisnis di masa mendatang.
Lebih lanjut, rasio profitabilitas juga menunjukkan tren kenaikan yang sehat, di mana return on assets (ROA) berada di level 2,3 persen dan return on equity (ROE) mencapai 11,5 persen.