NUSANTARA, BisnisMarket.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Pemerintah Korea Selatan resmi memulai pembangunan Smart City Cooperation Center (SCCC) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Pusat kerja sama ini bertujuan memperkuat pengembangan konsep kota pintar (smart city) yang mengandalkan teknologi informasi, data, dan konektivitas untuk manajemen sumber daya yang efisien dan peningkatan kualitas hidup berkelanjutan.

Groundbreaking SCCC dilakukan dengan total nilai hibah kerja sama mencapai 9,9 miliar KRW atau setara dengan Rp 115,94 miliar. Lokasi strategis pusat riset ini berada di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, KIPP Nusantara.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa lokasi ini dipilih untuk menguatkan kolaborasi kedua negara dalam pengembangan kota cerdas.

"Untuk semua perizinan, jangan khawatir semuanya ada di kami (Otorita IKN). Pemanfaatan bangunan ini sangat bagus idenya dan saya berharap dari Bapak/Ibu bisa membantu kami, membangun smart city laboratorium dan bisa digunakan untuk pendidikan, serta memperkenalkan teknologi dari Korea Selatan," ujar Basuki, dikutip dari detikcom, Sabtu (20/6/2026).

Detail Pembangunan dan Komponen Hibah

Dari total nilai kerja sama, komponen pembangunan fisik gedung SCCC menyumbang 5,5 miliar KRW atau sekitar Rp 64,41 miliar. Bangunan seluas 1.098 meter persegi ini direncanakan memiliki dua lantai. Lantai pertama akan difungsikan sebagai control room dan ruang pertemuan, sementara lantai kedua akan menjadi area pameran serta laboratorium AI dan Robotika.

Lebih lanjut, area luar bangunan akan dimanfaatkan untuk urban farming sebagai bagian dari demonstrasi teknologi kota cerdas. Pembangunan gedung SCCC ditargetkan rampung dalam waktu sepuluh bulan, dengan jadwal penyelesaian pada akhir 2027.

Selain pembangunan fisik, hibah SCCC juga mencakup penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol yang akan dikerjakan oleh Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT). Program lain termasuk penyelenggaraan Nusantara Smart City Forum dan Capacity Building Program oleh University of Seoul. Komponen non-fisik ini diarahkan untuk mendukung transfer pengetahuan, penguatan kapasitas, jejaring akademik, dan kerja sama teknis antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang kota pintar.