PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY) menunjukkan langkah berani dengan tetap menjalankan agenda ekspansi bisnis yang masif. Perusahaan ritel terkemuka ini telah mematangkan rencana untuk menambah jaringan toko baru sepanjang tahun 2026 mendatang. Namun, optimisme internal tersebut nampaknya belum sejalan dengan sentimen para investor di pasar modal saat ini.

Berdasarkan data perdagangan pada Rabu (4/3/2026), harga saham emiten berkode MDIY ini bertengger di level Rp900 per lembar. Angka tersebut mencerminkan koreksi yang cukup tajam bagi perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan eceran ini. Penurunan ini menandakan adanya tekanan jual yang signifikan di tengah rencana besar perseroan untuk memperluas jangkauan pasarnya.

Posisi harga saat ini tercatat sebagai titik terendah bagi MDIY sejak pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia. Rekor terburuk ini dihitung di luar periode penghentian perdagangan sementara atau *trading halt* yang pernah terjadi sebelumnya. Pergerakan ini menjadi sorotan tajam karena terjadi justru saat perusahaan sedang giat melakukan pengembangan usaha secara agresif.

Jika ditarik garis waktu satu tahun terakhir, performa saham MDIY memang terlihat sangat lesu dan kurang menggairahkan bagi pemodal. Nilai sahamnya terpantau telah merosot hingga hampir 40 persen dalam periode dua belas bulan belakangan. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakpastian pasar terhadap valuasi perusahaan meskipun strategi fundamental bisnisnya terus diupayakan berkembang.

Sejak melakukan penawaran umum perdana atau IPO pada Desember 2024 silam, fluktuasi harga MDIY terus menjadi perhatian publik. Penurunan sebesar 40 persen sejak awal tahun kalender ini menjadi sinyal yang perlu diwaspadai bagi para pemegang saham. Para analis pasar modal kini mulai mencermati apakah realisasi ekspansi 2026 nantinya mampu membalikkan keadaan harga saham tersebut.

Manajemen MDIY sendiri tetap fokus pada target jangka panjang untuk memperkuat eksistensi mereka di berbagai wilayah potensial. Penambahan gerai fisik dianggap sebagai kunci utama untuk meningkatkan volume pendapatan dan daya saing di industri ritel nasional. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkokoh posisi perusahaan di mata konsumen dalam beberapa tahun ke depan.

Kini publik menantikan apakah realisasi pembukaan toko pada 2026 akan mampu mendongkrak kembali kepercayaan investor di lantai bursa. Tantangan berat menanti manajemen untuk membuktikan bahwa ekspansi fisik akan berbanding lurus dengan pertumbuhan nilai saham perusahaan. Semua mata tertuju pada bagaimana MDIY menyeimbangkan ambisi bisnis mereka dengan stabilitas harga di pasar modal.

Sumber: Premium.bisnis

https://premium.bisnis.com/read/20260304/656/1957664/ekspansi-mdiy-menggeliat-meski-sahamnya-lesu