JAKARTA, BisnisMarket.com - Eskalasi ketegangan di kawasan Selat Hormuz kini menimbulkan risiko serius terhadap operasional transportasi laut dan stabilitas rantai pasok global. Jalur vital ini merupakan urat nadi perdagangan energi dunia yang menguasai 20-30 persen pasokan minyak serta konektivitas kontainer Barat dan Timur.

Organisasi jasa pengangkutan logistik global, FIATA, menyatakan bahwa situasi fluktuatif ini dapat mengganggu jadwal pelayaran dan meningkatkan biaya logistik secara signifikan. Senior Vice President FIATA, Yukki Nugrahawan Hanafi, menyebut gangguan navigasi dan lonjakan premi asuransi berpotensi menciptakan tekanan biaya dalam waktu singkat.

Yukki menjelaskan bahwa risiko keamanan yang meningkat memaksa sejumlah kapal mengubah rute, menghentikan pelayaran, hingga berbalik arah demi keselamatan. Penutupan jalur strategis ini dikhawatirkan memicu kemacetan di pelabuhan alternatif serta kenaikan biaya tambahan operasional atau surcharge.

Sektor transportasi udara juga terdampak akibat pembatasan jalur yang menyebabkan waktu transit lebih panjang dan konsumsi bahan bakar meningkat. Kondisi tersebut berimplikasi langsung pada keterbatasan kapasitas kargo udara serta potensi kenaikan tarif pengiriman internasional secara mendadak.

Gangguan distribusi energi dan industri manufaktur di kawasan tersebut berpotensi memicu lonjakan biaya freight global dan ketidakpastian kontrak kerja sama. Risiko keterlambatan pengiriman barang ini diprediksi akan berdampak luas, terutama pada sektor ritel dan ketahanan pangan di berbagai negara.

“Konflik ini berpotensi menjadi guncangan besar bagi rantai pasok global dengan dampak lanjutan terhadap inflasi dunia,” ungkap Yukki Nugrahawan Hanafi. Beliau menambahkan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi bisa menjadi konsekuensi pahit jika stabilitas transportasi di kawasan tersebut tidak segera pulih.

Pelaku usaha nasional maupun internasional diminta untuk segera beradaptasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gangguan transportasi laut dan udara. FIATA menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko serta negosiasi premi asuransi yang lebih jelas untuk menghadapi ketidakpastian situasi geopolitik ini.

Langkah krusial lainnya mencakup penguatan komunikasi dengan pelanggan serta penyiapan rute alternatif melalui solusi logistik multimoda yang lebih fleksibel. Koordinasi internasional antar-pelaku usaha jasa pengangkutan sangat diperlukan demi menjaga stabilitas ekonomi global di tengah ancaman krisis.