BISNISMARKET.COM - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang solid pada kuartal pertama tahun 2026. Perusahaan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp677 miliar di tengah tantangan dan volatilitas yang dihadapi industri konstruksi nasional.
Kinerja positif ini juga ditandai dengan perolehan laba bersih sebesar Rp1,5 miliar pada periode yang sama. Pencapaian ini menunjukkan komitmen WIKA Beton dalam menjaga stabilitas dan ketahanan perusahaan di pasar yang sangat kompetitif.
Kontribusi terbesar terhadap pendapatan berasal dari segmen produk putar, yang menyumbang 48,36% dari total pendapatan. Disusul oleh produk non-putar yang memberikan kontribusi sebesar 32,84% dari keseluruhan pendapatan perusahaan.
Selain itu, segmen konstruksi dan jasa juga turut berkontribusi signifikan, masing-masing menyumbang 15,85% dan 2,95%. Diversifikasi portofolio pendapatan ini memperkuat posisi strategis WIKA Beton di berbagai lini bisnis.
WIKA Beton juga melaporkan perolehan kontrak baru yang cukup menjanjikan, mencapai total Rp919,9 miliar. Kontrak baru ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kapabilitas perusahaan dalam mengerjakan proyek-proyek strategis.
Dominasi perolehan kontrak baru datang dari pelanggan pihak swasta yang menyumbang 53,61%, diikuti oleh kemitraan strategis (KSO/JO) sebesar 34%. Kemitraan dengan BUMN memberikan kontribusi 11,23%, sementara WIKA menyumbang 1,16%.
Dominasi dari sektor swasta ini menjadi indikasi bahwa kemandirian bisnis WIKA Beton semakin menguat, tidak hanya bergantung pada ekosistem induk usaha. Dari sisi sektor proyek, infrastruktur tetap menjadi tumpuan utama dengan kontribusi 58,72%.
Sektor industri menyusul dengan kontribusi 17,49%, sementara sektor properti menyumbang 12,17% dari keseluruhan kontrak baru. Sektor lain seperti pertambangan, kelistrikan, dan energi memberikan kontribusi sisanya.
Sekretaris Perusahaan WIKA Beton, Ignatius Harry, menyatakan bahwa performa solid di awal tahun 2026 ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam memperkuat margin dan menjaga kesehatan arus kas.