BISNISMARKET.COM - PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) menghadapi tantangan berat pada awal tahun 2026, setelah membukukan kerugian bersih sebesar Rp2,6 miliar. Angka ini berbanding terbalik dengan capaian periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perusahaan masih mampu meraih laba bersih positif sebesar Rp506,65 juta.

Peristiwa finansial ini terungkap dalam pengumuman laporan keuangan perusahaan tertanggal 31 Maret 2026, yang dipublikasikan pada hari Senin, 04 Mei 2026. Perubahan signifikan dalam kinerja keuangan ini menjadi sorotan utama bagi para investor dan pemangku kepentingan.

Penyebab utama kemerosotan kinerja ini adalah penurunan signifikan pada lini pendapatan utama perusahaan. Penjualan perseroan tercatat anjlok sebesar 28,73% di kuartal pertama tahun 2026, hanya mencapai Rp44,42 miliar.

Sebagai perbandingan, pada kuartal I tahun 2025, perseroan berhasil mencatatkan penjualan yang lebih tinggi, yakni sebesar Rp62,32 miliar sebelum mengalami penurunan drastis.

Meskipun demikian, manajemen CHEM menunjukkan upaya dalam pengendalian biaya operasional langsung. Beban pokok penjualan berhasil ditekan turun sebesar 29,41%, dari Rp53,15 miliar pada kuartal I 2025 menjadi Rp37,52 miliar pada kuartal I 2026.

Upaya pengendalian biaya tersebut sayangnya belum mampu menahan dampak negatif penurunan penjualan. Akibatnya, laba kotor perusahaan mengalami kontraksi cukup dalam, yakni sebesar 24,78%, tergerus menjadi Rp6,89 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp9,17 miliar.

Di sisi lain, beban operasional perusahaan justru menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Beban usaha, yang mencakup beban penjualan serta beban umum dan administrasi, naik 15,31% menjadi Rp8,83 miliar dari posisi Rp7,85 miliar pada kuartal I 2025.

Kenaikan beban usaha ini menjadi faktor kedua yang mendorong perusahaan masuk ke zona merah. Peningkatan beban tersebut menyebabkan perusahaan menderita rugi usaha senilai Rp1,93 miliar pada kuartal I 2026.

"Pada periode yang sama tahun 2025, CHEM masih mampu mencatat laba usaha sebesar Rp1,52 miliar," demikian tercantum dalam data keuangan tersebut, mengindikasikan pergeseran posisi dari untung menjadi rugi pada segmen operasional.