BISNISMARKET.COM - PT Timah (Persero) Tbk (TINS), emiten BUMN sektor pertambangan, berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang luar biasa pada kuartal pertama tahun 2026. Perusahaan membukukan laba bersih mencapai Rp1,5 triliun pada periode Januari hingga Maret 2026.

Capaian laba bersih ini menunjukkan peningkatan signifikan, melampaui target laba yang telah ditetapkan Perseroan sebesar Rp252 miliar, yaitu sebesar 595%. Kinerja positif ini merupakan hasil dari beberapa faktor kunci yang diterapkan sepanjang kuartal tersebut.

Peningkatan laba ini didorong oleh lonjakan signifikan dalam volume produksi, optimalisasi berkelanjutan terhadap seluruh lini operasional, serta penguatan tata kelola perusahaan. Faktor-faktor internal ini terbukti efektif dalam mendongkrak kinerja keuangan TINS.

Dilansir dari CNBC Indonesia, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026, pendapatan TINS melonjak 160,5% menjadi Rp5,47 triliun, naik dari Rp2,10 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan ini sejalan dengan peningkatan volume penjualan dan harga jual rata-rata logam timah.

Tak hanya laba bersih, laba usaha Perseroan juga menunjukkan peningkatan tajam hingga mencapai Rp1,88 triliun, berbanding terbalik dengan kuartal I 2025 yang hanya mencatat Rp148 miliar. Sementara itu, EBITDA perusahaan tercatat sebesar Rp2,1 triliun, naik lebih dari 450% secara tahunan.

Dari sisi neraca keuangan, aset Perseroan per kuartal I 2026 tumbuh 11,62% menjadi Rp15,23 triliun, dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp13,64 triliun. Posisi liabilitas hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 1%, sementara ekuitas meningkat 18,4% menjadi Rp9,96 triliun.

Direktur Utama PT TIMAH (Persero) Tbk, Restu Widiyantoro, menggarisbawahi bahwa pencapaian solid ini adalah buah dari konsistensi strategi efisiensi. "Pada kuartal I 2026, Perseroan membukukan kinerja keuangan yang solid, ditopang oleh pencapaian operasional yang signifikan serta konsistensi strategi optimalisasi yang berkelanjutan di seluruh lini bisnis. Sehingga Perseroan mampu melampaui target laba yang ditetapkan," ujar Restu Widiyantoro dalam keterangan resminya pada Jumat (1/5/2026).

Secara operasional, produksi bijih timah melonjak 96% menjadi 6.312 ton Sn, didorong oleh penambahan unit operasi seperti Kapal Isap Produksi (KIP), Ponton Isap Produksi (PIP), dan tambang darat kemitraan. Selain itu, beroperasinya Kapal Keruk Singkep 1 turut berkontribusi signifikan.

Peningkatan produksi ini juga didukung oleh upaya pengawasan yang lebih ketat terhadap Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan dukungan aktif dari Satuan Tugas (Satgas) Pemerintah yang ditempatkan di Perseroan. Di penambangan darat, perusahaan memperkuat eksplorasi melalui bor pandu untuk memastikan arah penggalian yang lebih presisi.