BISNISMARKET.COM - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berhasil mengamankan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,41 triliun pada kuartal pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 59,85% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perolehan laba per saham pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp141,71 per saham, jauh melampaui capaian di kuartal I 2025 yang hanya mencapai Rp88,69 per saham. Pertumbuhan laba ini mengindikasikan kinerja keuangan perseroan yang semakin solid di awal tahun 2026.
Berdasarkan dokumen keuangan yang dipublikasikan pada Selasa, 28 April 2026, pendapatan bersih ANTM tercatat mencapai Rp29,32 triliun. Angka tersebut merupakan kenaikan sebesar 12,12% dari pendapatan bersih periode yang sama tahun 2025 yang berada di posisi Rp26,15 triliun.
Kontributor terbesar dalam perolehan pendapatan ANTM pada kuartal I 2026 adalah penjualan produk emas yang mendominasi dengan nilai fantastis mencapai Rp23,89 triliun. Kontribusi emas ini menyumbang sekitar 81,47% dari total keseluruhan pendapatan perseroan.
Selain emas, segmen lain juga memberikan kontribusi penting terhadap pendapatan perusahaan, di antaranya penjualan produk bijih nikel yang menyumbang Rp3,82 triliun. Kemudian, feronikel menyumbang Rp643 miliar, alumina Rp486 miliar, dan bijih bauksit menyumbang Rp393 miliar.
Meskipun pendapatan meningkat, beban pokok penjualan ANTM juga mengalami kenaikan sebesar 5,29%, dari Rp22,51 triliun pada kuartal I 2025 menjadi Rp23,71 triliun pada kuartal I 2026. Kenaikan biaya ini berhasil diimbangi dengan peningkatan laba kotor.
Laba kotor ANTM menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 54,45%, mencapai Rp5,61 triliun dari posisi Rp3,63 triliun pada kuartal I 2025. Kenaikan ini menggarisbawahi efisiensi operasional perusahaan dalam mengelola biaya pokok penjualan.
Di sisi lain, beban usaha perusahaan juga mengalami kenaikan tipis sebesar 7,84%, yakni menjadi Rp1,11 triliun pada kuartal I 2026, dibandingkan dengan Rp945,11 miliar pada kuartal I 2025. Kenaikan beban usaha ini berbanding lurus dengan peningkatan laba usaha.
Laba usaha ANTM melonjak tajam sebesar 63,71% menjadi Rp4,51 triliun pada kuartal I 2026, meningkat dari laba usaha pada kuartal I 2025 sebesar Rp2,69 triliun. Hal ini menunjukkan peningkatan profitabilitas dari kegiatan operasional utama perusahaan.