BISNISMARKET.COM - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menunjukkan performa keuangan yang sangat positif selama tiga bulan pertama tahun 2026. Emiten yang bergerak di sektor pertambangan mineral ini berhasil membukukan laba bersih impresif sebesar USD17,54 juta per 31 Maret 2026.
Pencapaian laba bersih ini menunjukkan peningkatan signifikan, yakni tumbuh 21,3% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu sebesar USD14,46 juta pada kuartal I 2025. Pertumbuhan ini menjadi sinyal kuat bahwa strategi perusahaan mulai membuahkan hasil optimal di awal tahun fiskal 2026.
Menurut dokumen keuangan konsolidasian interim yang dirilis pada Selasa (29/4/2026), kenaikan laba ini sangat ditopang oleh lonjakan total pendapatan perusahaan. BRMS mencatatkan penjualan agregat sebesar USD69,47 juta pada kuartal pertama tahun 2026, sebuah peningkatan 9,7% dari capaian USD63,31 juta di kuartal I 2025.
Kontributor utama dalam peningkatan pendapatan tersebut datang dari sektor penjualan emas, yang menyumbang nilai fantastis mencapai USD66,73 juta. Penjualan emas ini tersebar melalui transaksi dengan beberapa pembeli domestik utama.
Secara rinci, penjualan emas terbesar dilakukan kepada PT Hartadinata Abadi Tbk senilai USD44,70 juta, diikuti oleh PT Swarnim Murni Mulia sebesar USD15,54 juta, serta PT Simba Jaya Utama dengan nilai USD6,47 juta. Selain emas, perusahaan juga mencatat adanya kontribusi dari penjualan perak senilai USD2,74 juta.
Manajemen BRMS juga menunjukkan keunggulan dalam pengelolaan biaya operasional, khususnya pada beban pokok penjualan. Biaya ini berhasil ditekan menjadi USD25,95 juta pada kuartal I 2026, menurun dari angka USD27,18 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Efisiensi biaya ini secara langsung berdampak positif pada laba bruto, yang melonjak menjadi USD43,51 juta, meningkat tajam dari laba bruto tahun sebelumnya sebesar USD36,13 juta. Namun, perusahaan mencatat adanya kenaikan pada beban usaha dan beban keuangan pada periode pelaporan ini.
Beban usaha BRMS naik menjadi USD14,92 juta dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya USD8,55 juta, sementara beban bunga dan keuangan juga meningkat dari USD2,56 juta menjadi USD5,90 juta, meskipun laba sebelum pajak tetap positif di angka USD22,87 juta.
Kekuatan fundamental perusahaan juga terlihat dari neraca keuangan yang tetap solid, di mana total aset per 31 Maret 2026 mencapai USD1,39 miliar, tumbuh 6,7% dari posisi Desember 2025 sebesar USD1,31 miliar. Peningkatan aset ini didukung oleh lonjakan kas dan setara kas hingga mencapai USD105,39 juta.