BISNISMARKET.COM - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), salah satu emiten perbankan yang terafiliasi dengan Grup MUFG, mengumumkan hasil kinerja keuangan yang sangat positif pada awal tahun 2026. Bank Danamon berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp1,1 triliun selama periode Januari hingga Maret 2026.
Angka laba bersih tersebut menunjukkan lonjakan signifikan, yakni tumbuh sebesar 35% jika dibandingkan dengan capaian pada kuartal I tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Kinerja mengesankan ini dipublikasikan melalui laporan resmi perusahaan pada hari Rabu, 29 April 2026.
Pertumbuhan laba yang impresif ini utamanya ditopang oleh peningkatan dalam pendapatan operasional bank sebelum memperhitungkan pencadangan kerugian. Pendapatan operasional konsolidasian (PPOP) tercatat naik 12% yoy, menyentuh angka Rp2,6 triliun, sementara laba operasional perusahaan mencapai Rp1,6 triliun.
Direktur Utama Bank Danamon, Nobuya Kawasaki, menyampaikan optimisme mengenai awal tahun fiskal 2026 ini. Ia menegaskan bahwa perusahaan memulai tahun dengan fondasi keuangan yang kokoh di berbagai lini bisnis.
"Danamon berkomitmen tetap menjadi penyedia solusi finansial yang mendapatkan kepercayaan nasabah, serta terus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia,” ujar Nobuya Kawasaki dalam keterangan resminya.
Motor utama yang menggerakkan pendapatan Danamon adalah sektor intermediasi, yang terlihat dari peningkatan penyaluran kredit dan trade finance konsolidasian. Total penyaluran mencapai Rp216,2 triliun, merefleksikan pertumbuhan sebesar 9% yoy.
Pertumbuhan kredit tersebut didukung oleh performa kuat dari lini bisnis utama, termasuk Enterprise Banking & Financial Institution yang tumbuh 11%, SME Banking naik 9%, dan Consumer Banking yang berhasil tumbuh 7%. Anak usaha perseroan, Adira Finance, juga turut berkontribusi dengan pertumbuhan kredit sebesar 5%.
Dari sisi rentabilitas, Danamon menunjukkan efektivitas pengelolaan dana dengan membukukan Net Interest Margin (NIM) sebesar 7,6%. Selain itu, efisiensi biaya juga terlihat dari perbaikan signifikan pada biaya kredit (cost of credit) yang berhasil ditekan hingga 13% yoy.
Pada sisi pendanaan, bank mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga, di mana total simpanan nasabah mencapai Rp176,1 triliun, melonjak 16% yoy. Dana ini mencakup komposisi dari giro, tabungan (CASA), dan deposito yang berhasil dihimpun.