JAKARTA, BisnisMarket.com – Teka-teki mengenai masa depan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), akhirnya terjawab dengan sangat mengejutkan. Pria asal Korea Selatan tersebut secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala baru Persija Jakarta untuk mengarungi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League musim 2026/2027.
Pengumuman akbar ini disampaikan langsung oleh manajemen Macan Kemayoran dalam konferensi pers bertajuk "Persija: The New Chapter – Coach Introduction" yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada Senin (8/6) siang WIB.
Kehadiran Shin Tae-yong di kursi kepelatihan Persija mencatatkan sejarah tersendiri. Juru taktik berusia 55 tahun ini resmi menjadi pelatih pertama asal Korea Selatan dalam sejarah Persija Jakarta sejak klub berdiri.
STY diikat dengan kontrak berdurasi dua musim dengan opsi perpanjangan. Langkah berani manajemen Persija memboyong STY bukan tanpa alasan; performa fluktuatif tim di bawah asuhan Mauricio Souza pada musim lalu membuat manajemen menginginkan perubahan fundamental demi membidik target juara.
"Saya Shin Tae-yong, sebagai pelatih kepala baru di Persija Jakarta pada hari ini. Saya ingin menantang diri saya membawa klub ini kembali ke posisi terbaiknya dan meraih prestasi tertinggi," ucap STY dalam sesi perkenalan resmi di depan awak media.
Komitmen Persija untuk kembali ke takhta juara tidak main-main. Berdasarkan rumor kuat yang beredar di kancah sepak bola Asia, manajemen dikabarkan siap membekali Shin Tae-yong dengan dana investasi belanja pemain yang sangat masif, mencapai angka 30 juta USD (sekitar Rp500 miliar).
Dengan dana sebesar itu, STY diharapkan mampu menyusun komposisi skuad mewah, termasuk rumor untuk menarik kembali beberapa pilar andalannya semasa menukangi Timnas Indonesia dulu.
Ekspektasi tinggi langsung membubung di kalangan The Jakmania. Publik sepak bola nasional tentu belum lupa dengan deretan tinta emas yang diukir STY saat menakhodai Skuad Garuda pada periode 2020–2025:
Piala Asia Senior: Meloloskan Timnas Indonesia ke babak gugur (16 besar) untuk pertama kalinya dalam sejarah.