JAKARTA, BisnisMarket.com - Apa yang terjadi dengan harga emas dunia? Sebuah fenomena mengejutkan terjadi di pasar emas, membuat banyak investor bertanya-tanya: apakah ini saatnya untuk membeli, menjual, atau justru menahan diri? Harga emas dunia tiba-tiba ambruk, meninggalkan level psikologis US$ 5.000 per troy ons. Apa sebenarnya yang terjadi?

Robot Trading Jadi Dalang?

Beberapa hari terakhir, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.905,5/troy ons (sekitar Rp 76.525.800 per troy ons dengan asumsi 1 US$ = Rp 15.600). Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 3,53 persen dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang terendah dalam sepekan terakhir. Tapi, apa yang menyebabkan penurunan drastis ini?

Menurut Michael Ball, Macro Strategist di Bloomberg, tidak ada isu fundamental spesifik yang memicu penurunan harga emas. "Koreksi sepertinya lebih karena faktor teknis," ujarnya. Namun, ada faktor lain yang memperparah situasi: algoritma perdagangan otomatis atau robot trading.

Bursa Saham New York 'Kebakaran'

Sebelumnya, bursa saham New York mengalami gejolak hebat. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), S&P 500, dan Nasdaq Composite merosot masing-masing 1,34 persen, 1,57 persen, dan 2.03 persen. Kondisi ini memicu kepanikan di pasar keuangan global.

Namun, yang menarik adalah bagaimana robot trading ikut memperkeruh suasana. Algoritma ini secara otomatis melakukan aksi jual, memberikan tekanan lebih besar pada harga emas. "Apa yang terjadi sepertinya aksi jual strategis yang sistematis. Momentum yang biasanya dilakukan oleh CTA (Commodity Trading Advisors )," kata Ball, seperti dikutip dari Bloomberg News (17/2).

Analisis Teknikal: Saatnya Bangkit?

Lantas, bagaimana prediksi harga emas hari ini? Apakah harga emas akan terus merosot atau justru bangkit kembali?