JAKARTA, BisnisMarket.com- Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang di dunia, seharusnya sudah lama mengantisipasi potensi ancaman terhadap kedaulatan maritim dan energi. 

Namun, gejolak politik yang semakin memanas di Timur Tengah, khususnya krisis di Selat Hormuz, menunjukkan betapa rapuhnya ketahanan energi kita.

Krisis ini bukan sekadar dampak bagi negara-negara besar, tetapi juga memperlihatkan ketergantungan Indonesia pada negara tetangga dalam hal pengolahan bahan bakar. 

Selama ini, Indonesia mengandalkan kilang-kilang di Singapura dan Malaysia untuk memenuhi kebutuhan BBM domestik. Namun, ini adalah paradoks keamanan yang mengancam ketahanan nasional kita.

"Ketergantungan pada kilang negara tetangga ini harus dievaluasi ulang," tegas Dr. Datep Purwa Saputra, Ketua Umum Praktisi Maritim Indonesia (Pramarin).