BISNISMARKET.COM - KB Valbury Sekuritas telah resmi menerbitkan rekomendasi perdagangan untuk saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan sentimen trading buy. Keputusan ini dikeluarkan menjelang pembukaan pasar pada hari Senin, 25 Mei 2026.
Rekomendasi pembelian ini dikeluarkan setelah saham emiten yang bergerak di sektor pertambangan tersebut masuk ke dalam daftar pantauan khusus oleh otoritas pasar modal. Hal ini menunjukkan adanya potensi pergerakan signifikan yang perlu dicermati oleh investor.
Analisis teknikal mendalam telah dilakukan oleh tim analis sekuritas tersebut untuk menentukan potensi pergerakan harga saham AADI. Mereka mengamati pola pergerakan harga historis untuk mengidentifikasi titik-titik krusial.
Dalam analisis tersebut, tim sekuritas memproyeksikan adanya level batas bawah (support) yang kuat berada di kisaran harga Rp 7.925. Level ini dianggap sebagai zona harga di mana tekanan jual diperkirakan akan berkurang.
Sementara itu, untuk sisi batas atas atau resistance, proyeksi harga target yang ditetapkan oleh analis berada pada level Rp 8.425. Level tersebut menjadi indikasi harga puncak yang mungkin dicapai dalam periode perdagangan yang dianalisis.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, rekomendasi ini merupakan hasil evaluasi komprehensif terhadap kondisi fundamental dan teknikal saham AADI. Evaluasi ini bertujuan memberikan panduan strategis bagi para pelaku pasar.
"KB Valbury Sekuritas secara resmi memberikan rekomendasi trading buy untuk saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjelang perdagangan hari Senin, 25 Mei 2026," demikian disampaikan oleh analis sekuritas tersebut.
Lebih lanjut mengenai dasar analisis teknikal, disebutkan bahwa "Kami mengidentifikasi level batas bawah atau support berada pada posisi Rp 7.925, sementara batas atas atau resistance diproyeksikan mencapai Rp 8.425," kata analis KB Valbury Sekuritas.
Penempatan AADI dalam daftar pantauan khusus pasar modal menjadi salah satu pertimbangan penting yang memicu dilakukannya analisis mendalam oleh KB Valbury Sekuritas. Hal ini menandakan adanya peningkatan perhatian terhadap pergerakan saham tersebut.