HOUSTON, BisnisMarket.com – Atmosfer di dalam pemusatan latihan tim nasional Portugal dilaporkan memanas menjelang laga krusial kedua Grup K melawan Uzbekistan. Isu miring mengenai keretakan internal dan "perang sipil" di ruang ganti merebak deras. Pertanyaannya: apakah Selecao das Quinas benar-benar sedang berada di ambang perpecahan, atau ini sekadar bumbu dramatisasi media?
Awal mula ketegangan ini dipicu oleh hasil di atas lapangan. Portugal yang diunggulkan justru ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K. Hasil minor tersebut langsung membuka kotak pandora yang menguji keharmonisan skuad asuhan Roberto Martinez.
Jebakan Hoaks Media Sosial dan Kecerobohan Georgina
Suhu politik di sekitar timnas makin membara akibat sebuah tangkapan layar (screenshot) palsu yang beredar viral di media sosial. Gambar editan tersebut merekayasa percakapan antara netizen dan Madalen Aragao, kekasih dari gelandang muda Portugal, Joao Neves.
Dalam foto palsu tersebut, Aragao seolah-olah membalas kritik netizen dengan menyebut Cristiano Ronaldo sebagai sosok yang "narsistik" dan sudah waktunya pensiun. Sialnya, kekasih Ronaldo, Georgina Rodriguez, sempat memercayai hoaks tersebut dan meninggalkan komentar sarkastik di Instagram: "Wow! Generasi baru ini sungguh luar biasa!" Meski belakangan diketahui gambar tersebut adalah hasil manipulasi Photoshop/AI, serangan siber dari fans fanatik Ronaldo terlanjur menghujani akun Joao Neves.
Ketegangan luar lapangan ini diperparah oleh keluarga Ronaldo sendiri. Katia Aveiro, kakak CR7, sempat melontarkan kritik terbuka terhadap Bruno Fernandes yang dinilainya tampil pasif dalam laga perdana.
Friksi Taktis dan Komentar "Pemicu" Joao Neves
Selain drama di media sosial, riak nyata memang terjadi terkait pembagian peran di atas lapangan. Pasca-laga kontra Kongo, pencetak gol tunggal Portugal, Joao Neves, mengeluarkan pernyataan yang dinilai sebagian pihak memicu polarisasi.
Saat ditanya wartawan mengenai posisi Ronaldo, gelandang PSG tersebut menjawab dengan lugas: