BISNISMARKET.COM - Dua bintang utama dalam serial drama fantasi romantis Korea Selatan, IU dan Byeon Woo-seok, akhirnya memberikan tanggapan resmi kepada publik terkait isu panas yang melanda proyek mereka. Permintaan maaf ini disampaikan sebagai respons langsung terhadap gelombang kritik tajam yang datang dari penonton di Korea Selatan.
Kontroversi yang menjadi sorotan utama publik ini berkisar pada isu dugaan penyimpangan atau ketidakakuratan dalam penggambaran tradisi kerajaan di dalam visualisasi drama "Perfect Crown". Kritik ini mencapai puncaknya menjelang penayangan episode penutup serial tersebut, khususnya pada episode ke-11.
Sorotan publik Korea Selatan secara spesifik diarahkan pada adegan penting yang menampilkan prosesi penobatan karakter fiksi, yaitu Pangeran Agung I-an. Karakter penting dalam narasi drama tersebut diperankan oleh aktor Byeon Woo-seok.
Kritik tersebut mengemuka karena adanya penggunaan seruan tertentu dalam adegan penobatan tersebut yang dianggap tidak sesuai dengan konteks sejarah yang seharusnya. Para pejabat istana dalam drama tersebut terlihat meneriakkan sebuah frasa tertentu selama upacara berlangsung.
Frasa yang menjadi perdebatan adalah seruan "Cheonse," yang dalam bahasa Korea berarti ungkapan harapan "seribu tahun." Seruan ini lazim digunakan sebagai doa untuk memohon panjang umur kekuasaan seorang pemimpin atau penguasa.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, IU dan Byeon Woo-seok secara resmi telah menyampaikan permohonan maaf mereka kepada masyarakat luas atas kegaduhan yang timbul. Hal ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menanggapi masukan dari penonton.
"Dua pemeran utama dalam drama Korea 'Perfect Crown', yakni IU dan Byeon Woo-seok, baru-baru ini menyampaikan permohonan maaf resmi kepada publik," jelas JAKARTAHYPE.COM. Hal ini mengonfirmasi langkah konkret yang diambil oleh kedua aktor tersebut.
Permintaan maaf ini merupakan bentuk akuntabilitas mereka sebagai figur publik dan bagian dari produksi drama yang tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar drama historis. Mereka berusaha meredakan ketegangan yang muncul akibat isu akurasi sejarah tersebut.
"Permintaan maaf ini dilakukan setelah serial drama romantis fantasi tersebut menuai gelombang kritik signifikan dari penonton domestik," demikian diinformasikan oleh JAKARTAHYPE.COM. Ini menggarisbawahi dampak langsung kritik publik terhadap respons para aktor.