JAKARTA, BisnisMarket.com - Pendaftaran Indonesia Steel Architectural Award (ISAA) 2026 resmi dibuka dengan fokus utama pada inovasi material baja untuk masa depan perkotaan. Para pakar menekankan bahwa desain modern kini harus mampu merespons tantangan perubahan iklim melalui pendekatan keberlanjutan yang nyata.
Ar. Doti Windajani dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menyoroti pentingnya pemahaman Life Cycle Assessment (LCA) dalam setiap karya arsitektur masa kini. Menurutnya, baja merupakan material unggulan karena sifatnya yang dapat didaur ulang sepenuhnya guna mendukung sirkulasi ekonomi urban yang lebih hijau.
Pemilihan material fasad yang tepat dinilai sangat krusial untuk memperbaiki kualitas lingkungan di berbagai kota besar di Indonesia. Langkah strategis ini diharapkan mampu menekan emisi karbon secara signifikan sekaligus mengurangi dampak buruk dari fenomena Urban Heat Island.
Sementara itu, Ir. Budi Sumaatmadja menekankan bahwa kekuatan sebuah desain lahir dari kemampuan arsitek dalam merespons realitas proyek secara utuh. Ia telah membuktikan fleksibilitas baja melalui penggunaan metal roofing yang mampu menciptakan bentuk atap dinamis namun tetap fungsional.
"Baja memberikan fleksibilitas untuk menciptakan bentuk tiga dimensi yang rumit namun tetap kuat secara struktural," ungkap Budi saat menjelaskan proyek Summarecon Mall Bekasi 2. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa material baja tidak hanya berfungsi sebagai struktur, tetapi juga menjadi elemen seni yang adaptif.
Mengusung tema “Shaping Resilient Futures”, ajang dua tahunan yang berkolaborasi dengan IAI ini kini memasuki penyelenggaraan yang ke-4. Tema tersebut menjadi panggilan bagi para arsitek untuk menciptakan desain yang tangguh, relevan, serta bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Ar. Dill Raaj Singh selaku Komite ISAA 2026 menegaskan bahwa kompetisi ini merupakan momentum penting bagi karya lokal untuk bersaing di level internasional. Ia meyakini bahwa penggunaan baja adalah medium ekspresi desain yang sangat adaptif terhadap kebutuhan arsitektur modern yang terus berkembang.
Kompetisi tahun ini mencakup empat kategori utama mulai dari residensial hingga infrastruktur publik, serta penghargaan khusus untuk merayakan 60 tahun COLORBOND. Kategori Special Recognition akan diberikan kepada bangunan yang mampu mempertahankan estetika visualnya meski telah beroperasi minimal selama lima tahun.
Pemenang di tingkat nasional nantinya akan mewakili Indonesia untuk berkompetisi dalam ajang bergengsi ASEAN Steel Architectural Awards 2026 di Thailand. Perwakilan terbaik juga berkesempatan mengikuti program perjalanan belajar eksklusif ke fasilitas penelitian dan pengembangan BlueScope di Australia.