BISNISMARKET.COM - PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) telah mengumumkan rencana belanja modal atau capital expenditure (capex) yang signifikan untuk tahun berjalan, yakni mencapai angka Rp13 triliun. Rencana pengeluaran awal ini telah ditetapkan sebagai panduan utama perusahaan dalam mengelola investasi sepanjang tahun.
Direktur Indosat, Lee Chi Hung, atau yang akrab disapa Nicky Lee, menyampaikan bahwa alokasi dana tersebut bersifat dinamis dan bisa mengalami peningkatan. Kenaikan potensi belanja modal ini sangat bergantung pada perkembangan implementasi jaringan generasi kelima (5G) di Indonesia.
Nicky Lee menjelaskan bahwa saat ini perusahaan masih aktif memantau proses lelang spektrum frekuensi 5G yang sedang berlangsung. Penentuan jumlah pasti pembangunan situs 5G baru akan didasarkan pada hasil lelang tersebut.
"Rencana awal tahun kami adalah Rp13 triliun. Jika kami menggelar banyak situs 5G, angka itu mungkin bisa naik," ujar Nicky di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Meskipun ada rencana ekspansi besar, Nicky memastikan bahwa kondisi keuangan Indosat tetap berada dalam posisi yang solid. Hal ini ditegaskan meskipun terjadi pelemahan pada nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang asing.
Indosat telah mengambil langkah mitigasi risiko nilai tukar asing (foreign exchange/FX) dengan sangat hati-hati. Strategi ini ditempuh karena basis bisnis utama perusahaan berfokus sepenuhnya pada pasar domestik Indonesia.
"Bisnis kami berbasis lokal, sehingga kami tidak ingin mengambil risiko valuta asing. Seluruh liabilitas dalam bentuk rupiah," tegasnya.
Kebijakan untuk membatasi eksposur mata uang asing ini memberikan kepastian signifikan terhadap beban liabilitas perusahaan. Dengan seluruh kewajiban dalam rupiah, fluktuasi nilai tukar tidak akan berdampak langsung pada arus kas operasional perusahaan.
Selain menjaga kestabilan finansial, fokus utama operasional Indosat adalah memperkuat keandalan jaringan di seluruh wilayah operasional. Perusahaan berupaya menjaga performa jaringan tetap optimal dan meminimalkan tingkat gangguan yang dirasakan oleh pelanggan.