BISNISMARKET.COM - Indonesia selangkah lebih maju dalam upaya penguasaan teknologi antariksa. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menetapkan target ambisius untuk meluncurkan satelit observasi bumi bernama Nusantara Earth Observation-1 (NEO-1).
Peluncuran NEO-1 dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Januari tahun 2027 mendatang. Satelit ini akan menjadi representasi pencapaian teknologi antariksa Indonesia yang sepenuhnya dikembangkan secara mandiri.
Pengembangan NEO-1 merupakan bagian dari strategi nasional yang digagas oleh pemerintah Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi satelit yang berasal dari negara lain.
"Pengembangan NEO-1 merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi satelit dari luar negeri," jelas Kepala BRIN, Arif Satria.
Langkah strategis ini tidak hanya berfokus pada aspek teknologi semata. Inisiatif ini juga memiliki tujuan penting untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia di kancah internasional.
"Langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia," tambah Arif Satria.
NEO-1 dirancang untuk menjadi satelit observasi bumi pertama yang proses pengembangannya dilakukan secara menyeluruh dari awal hingga akhir menggunakan keahlian dan sumber daya nasional.
Keberhasilan pengembangan NEO-1 diharapkan dapat membuka jalan bagi Indonesia untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan data observasi bumi. Hal ini penting untuk berbagai sektor, termasuk pemantauan lingkungan dan mitigasi bencana.
Dikutip dari tren.bisnismarket.com, proyek ini menandai era baru dalam kemajuan teknologi antariksa Indonesia.