BISNISMARKET.COM - Pergerakan pasar modal Indonesia pada hari Selasa, tanggal 12 Mei 2026, ditandai dengan tren pelemahan yang cukup signifikan di berbagai indikator utama. Sentimen pasar tampak kurang positif sepanjang sesi perdagangan awal hari tersebut.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melanjutkan tren pelemahan yang sudah terjadi sebelumnya. Penutupan sesi pertama perdagangan menunjukkan bahwa IHSG terkoreksi cukup dalam.

Secara spesifik, IHSG ditutup pada level 6.807 setelah mengalami penurunan sebesar 1,43% dari penutupan sebelumnya. Koreksi ini menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup dominan di bursa saham domestik.

Sementara itu, pergerakan nilai tukar mata uang domestik juga menunjukkan tekanan yang kuat. Rupiah terpantau mengalami depresiasi signifikan terhadap mata uang Amerika Serikat, Dolar AS.

Nilai tukar Rupiah tercatat melemah hingga menembus level Rp 17.505 per Dolar AS pada perdagangan hari itu. Pelemahan ini menambah kekhawatiran mengenai stabilitas kurs dalam negeri.

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penyebab dan implikasi dari pergerakan pasar ini, dilakukan sesi analisis mendalam. Sesi ini diselenggarakan dalam program Power Lunch di CNBC Indonesia.

Dikutip dari CNBC Indonesia, analisa mendalam mengenai dinamika pasar modal RI tersebut dibahas secara tuntas. Pembahasan ini berlangsung pada hari Selasa, 12 Mei 2026.

Pembahasan tersebut menghadirkan Andi Shalini bersama dengan Equity Analyst dari CNBC Indonesia, Gelson Kurniawan. Keduanya memberikan pandangan komprehensif mengenai kondisi pasar saat itu.

"Seperti apa analisa pergerakan pasar modal RI? Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini dengan Equity Analyst CNBC Indonesia, Gelson Kurniawan dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Selasa, 12/05/2026)" ujar narator program tersebut.