JAKARTA, BisnisMarket.com – Perdagangan saham Indonesia pada sesi awal pekan ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data RTI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergerus 3,19%, berada pada posisi 7.343,96, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level 7.585,68. Sementara itu, pada pukul 09:34 WIB, IHSG bahkan tercatat menyusut hingga 4,34%, mencapai 7.259.

Secara keseluruhan, seluruh sektor saham tertekan. Sektor energi terpangkas 3,85%, sektor basic material anjlok 5,8%, dan menjadi penurunan terbesar pada hari ini. Tidak hanya itu, sektor industri juga tercatat merosot 4,2%, sektor konsumer nonsiklikal terpangkas 3,68%, dan sektor siklikal turun 5,05%.

Herditya Wicaksono, Analis PT MNC Sekuritas, dalam wawancaranya menyatakan bahwa pergerakan IHSG sejalan dengan pelemahan bursa saham global, termasuk di kawasan Asia.

"Penyebab utama koreksi ini adalah ketegangan yang terus meningkat di Timur Tengah, terutama dampak dari penutupan Selat Hormuz," ujar Herditya.

Dia juga menambahkan, berdasarkan proyeksi teknikal, IHSG diprediksi masih akan melanjutkan penurunan lebih lanjut.

"Kami sudah memperkirakan koreksi ini dalam laporan teknikal pagi ini," tambahnya.

Tidak hanya indeks yang tertekan, beberapa saham juga tercatat mengalami penurunan yang tajam. Saham INET melemah hingga 9,66% dengan harga terkoreksi menjadi Rp 264 per saham. Saham ARCI juga tidak luput dari tekanan, terpangkas 6,55% ke level Rp 1.570 per saham. BREN mengalami penurunan 6,15%, bergerak di harga Rp 7.250 per saham.

Data Perdagangan: