BISNISMARKET.COM - Perdagangan Bursa Efek Indonesia pada hari Selasa, 28 April 2026, menunjukkan dinamika yang tak terduga. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang awalnya dibuka menguat, mendadak berbalik arah dan ditutup berada di zona merah pada pagi hari.
Dalam waktu kurang dari 20 menit setelah pembukaan pasar, IHSG mengalami penurunan signifikan. Indeks terpangkas sebanyak 51,59 poin atau setara dengan pelemahan 0,73%, menempatkannya di level 7.054,93.
Penyebab utama dari koreksi mendadak ini adalah adanya aksi ambil untung atau profit taking yang masif pada saham emiten tambang besar. Saham Amman Mineral (AMMN), yang dimiliki oleh konglomerat Agoes Projosasmito dan Salim Group, menjadi kontributor utama pelemahan tersebut.
Saham AMMN tercatat melemah 2,78% ke posisi harga Rp5.250 per lembar pada pagi hari itu. Penurunan ini cukup signifikan mengingat kinerja saham tersebut pada hari sebelumnya yang sempat melesat naik mencapai 8% ke level Rp5.400.
Sebagai ilustrasi dampak pengaruhnya, saham AMMN pada sesi pagi hari tersebut menjadi pemberat utama bagi pergerakan IHSG. Kontribusinya terhadap pelemahan indeks tercatat mencapai bobot negatif 3,8 poin.
Kondisi serupa juga terlihat pada pasar saham regional yang mayoritas mengalami koreksi pada saat bersamaan. Indeks Nikkei Jepang terpantau turun 0,5%, sementara Indeks ASX 200 di Australia melemah 0,51%, dan HSI Hong Kong juga terkoreksi 0,26%.
Namun, terdapat pengecualian di kawasan Asia, di mana Indeks Kospi Korea Selatan masih menunjukkan performa positif dengan kenaikan sebesar 0,45% pada waktu yang sama. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan sentimen yang bekerja di pasar-pasar tersebut.
Menyikapi dinamika pasar tersebut, pelaku pasar keuangan domestik menanti sejumlah sentimen penting pada Selasa ini. Faktor eksternal utama yang dicermati adalah pengumuman keputusan suku bunga dari Bank of Japan (BOJ) yang dijadwalkan keluar hari ini.
Dari sisi domestik, perhatian pasar tertuju pada perkembangan pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan MSCI, dinamika politik pasca-reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto, serta pernyataan terbaru dari Menteri Keuangan.