JAKARTA, BisnisMarket.com - Bayangkan sebuah proyek infrastruktur yang tidak hanya memecah kemacetan parah, tetapi juga menjadi nadi yang mengalirkan uang, peluang usaha, dan pertumbuhan ekonomi ke seluruh penjuru ibu kota. Itulah kenyataan yang kini ditunjukkan oleh Moda Raya Terpadu atau MRT Jakarta, sebuah kebanggaan nasional yang kini mencatatkan capaian luar biasa: melayani sekitar 47 juta penumpang setiap tahunnya. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata bagaimana transportasi publik berkualitas mampu mengubah pola hidup sekaligus menggerakkan roda perekonomian kota besar seperti Jakarta.
Dilansir dari Bloomberg Technoz (12/5), Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara tegas menegaskan keberhasilan ini saat meninjau kemajuan pembangunan MRT Jakarta Fase 2A di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Menurutnya, angka 47 juta penumpang per tahun pada jalur pertama (Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia) adalah prestasi yang luar biasa dan hasil dari kerja sama erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Untuk saat ini, fase 1 yang sudah beroperasi, itu 1 tahun sudah bisa melayani 47 juta penumpang, ini angka yang luar biasa sekali dan ya ini adalah kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah,” ujar Gibran di lokasi proyek.
Bukan Sekadar Kereta, Tapi Penggerak Ekonomi Kota
Dari sudut pandang ekonomi dan bisnis, keberadaan MRT Jakarta memiliki dampak berlipat ganda. Berdasarkan data dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, infrastruktur transportasi massal seperti MRT mampu meningkatkan nilai properti di sepanjang jalur hingga 15–25 persen, serta membuka peluang usaha baru mulai dari kuliner, ritel, hingga jasa layanan di setiap stasiunnya. Dengan aliran penumpang yang padat dan teratur, setiap stasiun berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi mikro maupun makro yang sangat hidup.
Fase 1 yang beroperasi sejak 24 Maret 2019 – diresmikan langsung oleh Presiden ke-7 Joko Widodo – telah membuktikan bahwa investasi transportasi yang terencana matang akan kembali memberikan keuntungan berlipat bagi masyarakat dan negara. Mobilitas warga menjadi lebih cepat, biaya transportasi pribadi berkurang, dan efisiensi waktu kerja meningkat drastis. Semua faktor ini secara langsung berdampak positif pada produktivitas ekonomi Jakarta sebagai pusat kegiatan bisnis nasional.
Progres 59 Persen: Harapan Baru Perluasan Jalur
Kesuksesan Fase 1 kini dilanjutkan dengan semangat tinggi pada pembangunan Fase 2A, yang membentang dari Bundaran HI hingga ke kawasan Kota Tua. Berdasarkan peninjauan langsung Wapres Gibran, pembangunan proyek strategis ini kini telah mencapai kemajuan sekitar 59 persen, angka yang dinilai sangat memuaskan dan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
“Ini adalah proyek kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Secara keseluruhan, tadi sudah dilaporkan Pak Dirut [PT MRT Jakarta], progres pembangunannya sudah mencapai 59 persen,” tambah Gibran didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat.