DOHA, BisnisMarket.com – Tim Nasional Brasil secara resmi mengamankan satu tempat di putaran final Piala Dunia 2026 setelah meraih hasil imbang 1-1 melawan Maroko dalam laga Grup C yang berlangsung pada Kamis (14/6) dini hari WIB. Meskipun hasil imbang sudah cukup untuk memastikan kelolosan, Brasil harus bekerja keras menghadapi perlawanan sengit dari tim asal Afrika Utara tersebut.
Pertandingan di Stadion Internasional Khalifa diwarnai kejutan taktis dari pelatih Brasil, Carlo Ancelotti. Pelatih asal Italia itu melakukan rotasi signifikan pada susunan pemain inti. Di posisi bek sayap, Ancelotti memilih menurunkan Douglas Santos dan Roger Ibanez, menggeser Danilo dan Alex Sandro yang sebelumnya diprediksi tampil. Selain itu, Igor Thiago dipercaya menjadi starter menggantikan Endrick atau Matheus Cunha.
Keputusan rotasi ini membuat Brasil memulai laga dengan ritme yang kurang mulus. Sebaliknya, Maroko tampil proaktif dengan menerapkan pressing tinggi sejak awal. Tekanan Maroko hampir membuahkan hasil pada menit keenam ketika umpan terukur mengarah kepada El Aynaoui, namun sepakannya berhasil diblokir tepat waktu oleh Bruno Guimaraes.
Meskipun sempat tertekan, bintang-bintang Brasil perlahan mulai menemukan ritme menyerang. Pada menit ke-14, Vinicius Jr menunjukkan kelasnya dengan menggiring bola hingga garis gawang sebelum mengirim umpan berbahaya kepada Igor Thiago, namun sundulannya masih melenceng. Lima menit berselang, Vinicius kembali menjadi motor serangan melalui tengah, tetapi upayanya digagalkan oleh bek veteran Achraf Hakimi.
Maroko Unggul Lebih Dahulu
Kesalahan dalam membangun pertahanan dimanfaatkan Maroko dengan sempurna. Pada menit ke-21, Brahim Diaz melepaskan umpan terobosan akurat kepada Ayoub El Kaabi (Saibari dalam laporan mentah). El Kaabi berhasil melewati dua pemain bertahan Brasil sebelum dengan dingin melambungkan bola melewati kiper Alisson, membawa Maroko memimpin 1-0.
Setelah gol tersebut, Maroko bermain lebih percaya diri dan terus menekan. Namun, mereka gagal memanfaatkan beberapa peluang emas berikutnya. Seiring berjalannya waktu, Brasil menunjukkan peningkatan kekompakan dan mulai membangun serangan yang lebih cair.
Puncak dari tekanan Brasil hadir pada menit ke-32. Menerima umpan dari Bruno Guimaraes di dekat garis gawang, Vinicius Jr dengan kontrol bola yang elegan melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau kiper Yassine Bounou, membuat kedudukan kembali imbang 1-1.
Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-45+2, Vinicius kembali menciptakan peluang emas melalui umpan silang ke kotak penalti. Lucas Paquetá mencoba melakukan bicycle kick spektakuler, namun penyelamatan gemilang dari kiper Bounou berhasil mempertahankan skor imbang hingga turun minum.