JAKARTA, BisnisMarket.com - Sorotan publik terhadap Kajari Karo Danke Rajagukguk semakin kuat setelah terungkap bahwa harta kekayaannya tercatat minus Rp140,4 juta berdasarkan laporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru.

Data yang dilaporkan pada 3 Maret 2026 itu menunjukkan bahwa total aset yang dimiliki Danke sebenarnya tidak mampu menutupi kewajiban utangnya. Kondisi tersebut membuat nilai kekayaan bersihnya berada pada posisi negatif.

Dalam laporan LHKPN, Danke Rajagukguk tercatat memiliki aset berupa tanah dan bangunan di Kota Simalungun dengan nilai sekitar Rp192.000.000. Aset tersebut menjadi salah satu komponen terbesar dalam daftar kekayaannya.

Selain properti, ia juga memiliki dua kendaraan yaitu Suzuki Grand Vitara dan Mazda 2. Kedua mobil tersebut ditaksir memiliki nilai gabungan sekitar Rp470.000.000.

Di luar aset utama tersebut, Danke juga melaporkan harta bergerak lainnya sebesar Rp5.000.000. Sementara itu, kas dan setara kas yang dimilikinya tercatat sebesar Rp11.100.000.

Jika seluruh aset tersebut dijumlahkan, total kekayaan Danke Rajagukguk mencapai Rp678.100.000.

Namun jumlah tersebut masih lebih kecil dibandingkan total utang yang dilaporkannya. Dalam dokumen yang sama, Danke tercatat memiliki kewajiban utang sebesar Rp818.500.000.

Perbandingan antara aset dan kewajiban itu membuat harta kekayaan Danke Rajagukguk dalam LHKPN menjadi minus Rp140.400.000.

Fakta mengenai harta kekayaan minus Kajari Karo ini muncul bersamaan dengan meningkatnya perhatian terhadap penanganan perkara yang melibatkan videografer Amsal Christy Sitepu.