BISNISMARKET.com - Peralihan jabatan Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin, 8 September, menarik perhatian publik. Selain kiprah dan rekam jejak keduanya, harta kekayaan masing-masing juga menjadi sorotan. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan gambaran jelas mengenai kondisi finansial kedua tokoh penting ini.
Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp39,2 miliar per laporan 31 Desember 2024. Seluruh kekayaan tersebut terdiri dari beberapa pos utama, yaitu:
1. Tanah dan bangunan: Rp30,5 miliar
2. Alat transportasi dan mesin: Rp3,6 miliar lebih
3. Harta bergerak lainnya: Rp684 juta
4. Surat berharga: Rp220 juta
5. Kas dan setara kas: Rp4,2 miliar
Menariknya, Purbaya tercatat tidak memiliki utang, sehingga total kekayaannya bersih mencapai Rp39,2 miliar.
Sebagai perbandingan, harta kekayaan Sri Mulyani jauh lebih besar. Mantan Menteri Keuangan tiga periode ini melaporkan kekayaannya sebesar Rp92 miliar lebih. Rinciannya adalah:
1. Tanah dan bangunan: Rp49,5 miliar
2. Alat transportasi dan mesin: Rp782,9 juta
3. Harta bergerak lainnya: Rp391,7 juta
4. Surat berharga: Rp34,9 miliar
5. Kas dan setara kas: Rp16,5 miliar
Namun, berbeda dengan Purbaya, Sri Mulyani memiliki utang sebesar Rp9,3 miliar, sehingga total kekayaan bersihnya mencapai sekitar Rp92 miliar.
Dari data LHKPN, jelas terlihat perbedaan mencolok antara kedua pejabat ini. Kekayaan Sri Mulyani lebih dari dua kali lipat dibandingkan Purbaya Yudhi Sadewa. Jika ditinjau dari komposisinya, Sri Mulyani menempatkan porsi besar pada surat berharga senilai Rp34,9 miliar, sedangkan Purbaya lebih dominan pada aset tanah dan bangunan.
Selain itu, Purbaya yang tidak memiliki utang terlihat lebih sederhana dalam struktur kekayaannya. Sementara itu, Sri Mulyani dengan posisi internasional dan pengalaman panjang di sektor keuangan global, mencatatkan portofolio yang lebih kompleks dan beragam.
Wanita 63 tahun dikenal sebagai ekonom kelas dunia, pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, dan menjadi salah satu tokoh Indonesia yang paling berpengaruh di kancah internasional. Dengan pengalaman tersebut, wajar bila kekayaannya mencapai puluhan miliar rupiah dengan diversifikasi yang matang.
Di sisi lain, Purbaya Yudhi Sadewa lebih banyak berkarier di dalam negeri, khususnya di bidang riset dan kebijakan moneter, serta menjabat sebagai Ketua LPS. Meskipun kekayaannya lebih kecil dibandingkan Sri Mulyani, portofolionya menunjukkan profil finansial yang stabil dan sehat.***