JAKARTA, BisnisMarket.com – Harga minyak dunia yang kembali turun memberi angin segar bagi pergerakan nilai tukar rupiah dan mata uang Asia pada hari ini. 

Meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran membawa sentimen positif di pasar global, dengan dampak langsung terhadap penguatan mata uang Asia.

Pada perdagangan spot Selasa (10/3/2026), rupiah menguat 0,5% menjadi Rp16.861 per dolar AS, setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat ketidakpastian geopolitik. Penurunan indeks dolar AS sebanyak 0,6% ke posisi 98,58 memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak menguat.

Sentimen risk-on yang terjadi di pasar Asia tercermin dalam penguatan mayoritas mata uang regional terhadap dolar AS. Baht Thailand menunjukkan penguatan signifikan 1,45%, diikuti peso Filipina yang menguat 1,03%, dan ringgit Malaysia yang turut menguat 0,93%.

Pergerakan ini mencerminkan optimisme pasar emerging markets, yang kembali dilirik investor setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan kemungkinan perang akan segera berakhir. Meredanya ketegangan ini memberi harapan bahwa pasar global bisa kembali stabil, mengurangi permintaan terhadap aset-aset dolar AS, dan memicu penguatan mata uang Asia.
Halaman:
I
I
Editor: Iqbal Saputra
Penulis: iqbal ajie saputra