JAKARTA, BisnisMarket.com -
Pasar keuangan kembali diguncang oleh koreksi tajam harga logam mulia. Bagi
Anda para pemburu cuan dan pelindung nilai aset, bersiaplah menghadapi dinamika
volatilitas yang menguji nyali ini.
Badai dari Pasar Spot Global
Awan mendung yang menggelayuti pasar komoditas
internasional akhirnya berdampak langsung pada perdagangan domestik. Kejatuhan
harga emas dunia secara dramatis langsung menyeret nilai jual emas di dalam
negeri tanpa ampun.
Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup
melemah di level Rp63.176.300 per troy ons (atau setara US$3.998,5). Angka
tersebut menunjukkan kejatuhan sebesar 2,97 persen dibandingkan penutupan
perdagangan akhir pekan lalu. Penurunan di bawah level psikologis Rp63,2 juta
ini sontak memicu alarm kewaspadaan di kalangan pelaku pasar secara global.
Harga Antam Ikut Tumbang
Efek domino dari pasar global tersebut langsung terasa
pada perdagangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) di
tanah air. Penurunan yang terjadi terbilang cukup signifikan dan mampu mengubah
peta strategi para investor ritel.
Dilansir dari Bloomberg Technoz (14/7), emas Antam
dihargai Rp2.615.000 per gram, melemah Rp20.000 dari posisi kemarin. Sedangkan
harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam ada di Rp2.352.000, berkurang
Rp43.000 ketimbang hari sebelumnya. Penurunan harga buyback yang lebih dalam
ini tentu menjadi catatan krusial bagi pemilik emas yang berniat melakukan
likuidasi dalam waktu dekat.
Strategi Cerdas Menghadapi Koreksi