BISNISMARKET.COM - Jakarta, CNBC Indonesia – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) memberikan klarifikasi resmi terkait maraknya spekulasi di pasar modal mengenai kemungkinan adanya penggabungan usaha dengan PT Bank Jago Tbk (ARTO). Isu ini telah menarik perhatian pelaku pasar.
Perusahaan pembiayaan ini menyatakan bahwa sampai saat ini, belum ada informasi resmi yang diterima terkait rencana merger tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh salah satu petinggi perusahaan.
Direktur BFI Finance, Sudjono, menegaskan bahwa seluruh spekulasi yang beredar saat ini berada di luar kewenangan perusahaan untuk memberikan pernyataan resmi. Perusahaan menyoroti pentingnya informasi yang akurat.
"Belum ada informasi apapun terkait isu merger tersebut," ujar Sudjono. Pernyataan ini secara gamblang membantah rumor yang beredar di kalangan pelaku pasar.
Lebih lanjut, Sudjono menekankan bahwa spekulasi yang muncul ini berada di luar kewenangan perusahaan untuk memberikan tanggapan resmi. Hal ini menunjukkan bahwa BFI Finance sangat berhati-hati dalam memberikan informasi publik.
"Spekulasi ini berada di luar kewenangan perusahaan untuk memberikan tanggapan resmi," kata Sudjono. Penegasan ini menggarisbawahi posisi BFI Finance dalam menghadapi isu sensitif tersebut.
BFI Finance juga secara tegas menyatakan komitmennya terhadap kepatuhan regulasi pasar modal. Perusahaan selalu beroperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar. Kepatuhan terhadap regulasi merupakan prioritas utama bagi BFI Finance.
Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, bantahan ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran dan mengurangi spekulasi yang tidak berdasar di kalangan pelaku pasar modal.