BISNISMARKET.COM - PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) tengah mencari strategi pendanaan baru untuk memperkuat basis modal dan meningkatkan kapabilitas teknologi di tengah kondisi pasar global yang penuh gejolak. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tekanan yang turut memengaruhi sektor asuransi secara umum.

Salah satu peluang yang diidentifikasi oleh perusahaan asuransi digital ini adalah sektor asuransi olahraga. Menurut Direktur Keuangan Asuransi Digital Bersama, Randy Tandra, segmen ini menawarkan prospek yang cukup menjanjikan bagi pertumbuhan bisnis mereka.

Peluang ini menjadi krusial mengingat adanya tekanan global yang saat ini cenderung menekan kinerja asuransi perjalanan, salah satu lini bisnis yang rentan terhadap ketidakpastian internasional.

YOII mencatatkan kinerja positif pada tahun 2025, di mana mereka berhasil meningkatkan perolehan premi sebesar 120% hingga mencapai angka Rp 720 Miliar. Kinerja ini menunjukkan potensi besar perusahaan di pasar domestik.

Namun, proyeksi pertumbuhan untuk tahun 2026 diperkirakan akan lebih moderat. Hal ini disebabkan oleh adanya tekanan global yang berkelanjutan yang memengaruhi berbagai sektor, termasuk industri asuransi.

Untuk menopang pertumbuhan bisnis dan menjaga keberlanjutan kinerja di tengah ketidakpastian tersebut, YOII berencana untuk melakukan aksi korporasi melalui rights issue. Rencana ini bertujuan untuk mengumpulkan dana segar guna mendukung operasional dan pengembangan.

Target dana yang ingin diraih melalui rights issue ini diperkirakan berkisar antara Rp 67 Miliar hingga Rp 68 Miliar. Dana tersebut akan dialokasikan secara strategis untuk mendukung investasi di bidang teknologi perusahaan.

Selain memperkuat modal kerja, aksi korporasi ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa YOII dapat mencapai target ekuitas minimum yang ditetapkan, yaitu sebesar Rp 250 Miliar. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan finansial perusahaan.

"Asuransi olahraga disebut Direktur Keuangan Asuransi Digital Bersama, Randy Tandra sebagai peluang bagi bagi asuransi digital di tengah gejolak global yang menekan asuransi perjalanan," ujar Randy Tandra.