BISNISMARKET.COM - Pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kini kembali menyita perhatian serius dari para pelaku pasar modal di Indonesia. Isu ini mencuat setelah adanya keputusan signifikan dari MSCI terkait status saham teknologi raksasa tersebut dalam perhitungan indeks mereka.
Keputusan pembekuan ini diambil oleh MSCI sebagai langkah antisipatif menyusul adanya kekhawatiran pasar yang muncul belakangan ini. Kekhawatiran utama yang mendasari pembekuan tersebut adalah tingkat likuiditas saham GOTO yang dinilai masih sangat rendah di lantai bursa.
MSCI secara resmi mengumumkan bahwa mereka melakukan pembekuan terhadap beberapa komponen penting yang digunakan dalam perhitungan indeks mereka. Komponen yang terkena dampak pembekuan ini mencakup number of shares (NOS) dan foreign inclusion factor (FIF) khusus untuk saham GOTO.
Langkah pembekuan ini merupakan tindakan proaktif yang diambil oleh MSCI untuk memitigasi risiko yang mungkin timbul di masa mendatang. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi masalah yang berkaitan dengan index replicability atau kemampuan replikasi indeks secara akurat.
Masalah replikasi indeks ini timbul terutama karena minimnya pergerakan perdagangan saham GOTO yang tercatat dalam periode tertentu. Likuiditas yang rendah sering kali menjadi pertimbangan utama bagi lembaga indeks global dalam menentukan metodologi perhitungannya.
Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, pergerakan saham GOTO kembali menjadi sorotan pasar setelah adanya keputusan pembekuan dari MSCI. Keputusan ini diambil seiring dengan adanya kekhawatiran mengenai likuiditas saham yang dinilai sangat rendah di bursa.
Selain tantangan dari sisi pasar modal, GOTO juga harus menghadapi isu regulasi yang membayangi dari pemerintah, khususnya terkait dengan komisi layanan ojek online. Isu regulasi ini menambah lapisan kompleksitas dalam prospek saham perusahaan ke depan.
Para analis kini tengah mencermati bagaimana manajemen GoTo akan merespons dua tantangan besar ini secara simultan. Respons cepat dan strategis sangat dibutuhkan agar kepercayaan investor dapat segera dipulihkan, terutama pasca pembekuan komponen indeks oleh MSCI.
Pembekuan NOS dan FIF oleh MSCI menyiratkan bahwa porsi kepemilikan asing yang dapat dihitung dalam indeks menjadi terbatas sementara waktu. Hal ini dapat memengaruhi aliran dana investasi pasif yang mengikuti indeks acuan tersebut.