JAKARTA, BisnisMarket.com - Setiap datangnya Ramadan, suasana berubah begitu terasa. Udara dini hari lebih hidup, dapur mulai ramai sebelum fajar, dan jalanan dipenuhi cahaya lampu hias yang semarak. Bagi banyak orang, bulan suci ini bukan sekadar tentang ibadah dan makanan lezat saat berbuka, tetapi juga tentang kenangan masa kecil yang sulit dilupakan.

Aroma masakan sahur, suara sendok beradu dengan panci, hingga langkah kaki bergegas menuju masjid, semua itu seperti mesin waktu yang membawa kita kembali ke masa-masa sederhana. Tak heran jika media sosial setiap Ramadan selalu dipenuhi cerita nostalgia. Mulai dari pengalaman pertama belajar memakai henna, ikut lomba membaca Al-Qur’an, hingga kisah lucu saat Tarawih bersama teman.

Ramadan kali ini, tak ada salahnya sejenak menoleh ke belakang. Berikut beberapa momen Ramadan masa kecil yang begitu membekas, terutama bagi generasi 90-an dan 2000-an.

1. Buku Agenda Ramadan, Antara Tanggung Jawab dan Kebanggaan

Bagi anak sekolah, Ramadan identik dengan satu benda wajib: buku agenda Ramadan. Buku ini bukan sekadar catatan biasa, tetapi semacam “rapor ibadah” harian.

Di dalamnya terdapat kolom-kolom yang harus diisi setiap hari—shalat lima waktu, puasa penuh atau tidak, membaca Al-Qur’an, hingga mengikuti Tarawih. Jika Tarawih di masjid, biasanya harus meminta tanda tangan imam atau penceramah sebagai bukti. Bahkan, anak-anak juga diminta menuliskan judul serta ringkasan isi ceramah.

Tak ketinggalan, orang tua wajib ikut menandatangani sebagai bentuk pengawasan. Meski terdengar sederhana, mengisi buku agenda Ramadan dulu terasa seperti misi penting yang membanggakan. Ada kepuasan tersendiri ketika semua kolom berhasil dicentang penuh hingga akhir bulan.

2. Shalat Subuh Berjamaah: Janjian Tanpa HP

Generasi sekarang mungkin sulit membayangkan membuat janji tanpa pesan instan. Namun anak-anak era 90-an dan 2000-an melakukannya dengan cara sederhana.