JAKARTA, BisnisMarket.com - Dunia gaming Indonesia tengah bergemuruh menyusul terungkapnya dugaan praktik penerbitan rating game yang tidak sesuai dengan fakta oleh platform distribusi digital ternama, Steam. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kominfo) angkat bicara, melontarkan tudingan serius yang berpotensi mengguncang fondasi bisnis digital di tanah air. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi, dan bagaimana implikasinya bagi ekosistem game serta para pelaku bisnis di dalamnya?
Ancaman di Balik Label "Aman": Steam Diduga Lancang Terbitkan Rating Ilegal
Perdebatan mengenai Indonesia Game Rating System (IGRS) yang digagas Kominfo kini menemukan babak baru yang lebih panas. Kominfo, melalui Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, menyatakan bahwa label rating yang selama ini tersemat pada platform Steam bukanlah hasil verifikasi resmi. "Semua berasal dari self-declare dari mekanisme internal platform tersebut," ungkap Sonny dilansir dari Bloomberg Technoz (6/4). Pernyataan ini menyiratkan bahwa Steam diduga telah menempatkan label rating secara tidak resmi.
Tindakan ini, menurut Kominfo, sangat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik. Pasalnya, penentuan batas kelayakan usia dalam sebuah game merupakan aspek krusial yang tidak bisa dianggap remeh. Jika Steam diduga membuat label 'aman untuk anak' secara asal, hal ini tidak hanya berpotensi melanggar ketentuan perundang-undangan, tetapi juga mengancam perlindungan konsumen, terutama anak-anak.
Pelanggaran Regulasi dan Potensi Sanksi Tegas
Penerapan klasifikasi rating yang tidak sah ini, menurut Kominfo, pada ujungnya menjadi sesat dan berpotensi melanggar berbagai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Sonny merujuk pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) hasil revisi (UU No. 1 tahun 2024), serta Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) No. 2/2024 dan No. 5/2020.
"Ditjen Ekosistem Digital Kominfo memastikan kembali bahwa penggunaan label IGRS tanpa verifikasi resmi," tegas Sonny. Menindaklanjuti temuan ini, Kominfo mengaku akan segera meminta klarifikasi dari pihak Steam. Tujuannya jelas: memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional dan melindungi pengguna. "Kami meminta platform untuk memastikan bahwa setiap informasi yang ditampilkan kepada publik akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," terang Sonny. Ia menambahkan, "Ini bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga tanggung jawab dalam melindungi pengguna, khususnya anak-anak."
Dampak Ekonomi dan Bisnis: Lebih dari Sekadar Rating
Dari kacamata ekonomi dan bisnis, isu ini memiliki dimensi yang jauh lebih luas. Penerbitan rating game yang tidak akurat oleh platform sebesar Steam dapat menimbulkan ketidakpercayaan pasar. Bagi para pengembang game lokal maupun internasional yang beroperasi di Indonesia, kepastian regulasi adalah kunci. Ketidakjelasan atau pelanggaran regulasi seperti ini dapat menghambat investasi dan pertumbuhan industri game nasional yang potensial.