BISNISMARKET.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah munculnya pernyataan keras dari pucuk pimpinan militer Israel. Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, membuat klaim mengejutkan mengenai status musuh bebuyutan mereka.

Zamir secara terbuka menyatakan bahwa pasukan Israel telah berhasil menghancurkan rezim yang ia sebut sebagai rezim Iran. Pernyataan ini mengindikasikan adanya kemajuan substansial dalam operasi militer yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

Klaim ini disampaikan langsung oleh Zamir kepada para prajurit yang bertugas di garis depan. Militer kemudian merilis pernyataan resmi mengenai ucapan sang jenderal tersebut kepada publik.

Menurut pernyataan resmi militer, Zamir menekankan komitmen Israel untuk terus menekan target mereka. Ia menegaskan bahwa Israel tidak akan menyia-nyiakan momentum yang telah tercipta.

"Kita menghancurkan rezim teroris Iran dan akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperdalam pencapaian kami," kata Letnan Jenderal Eyal Zamir kepada para prajurit, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh militer, seperti dilansir AFP, Sabtu (7/3/2026).

Pernyataan tegas tersebut datang sehari setelah sebuah pengumuman penting lainnya dari pihak Israel. Pengumuman tersebut menyoroti peningkatan intensitas konflik regional yang melibatkan Iran.

Sebelumnya, Israel telah mengumumkan bahwa sebuah kampanye gabungan yang melibatkan Amerika Serikat melawan Republik Islam Iran telah ditingkatkan. Langkah ini menandai dimasukinya fase operasi yang lebih agresif dan terkoordinasi.

Fase baru dalam kampanye gabungan AS-Israel ini menjadi konteks utama di balik pernyataan triumfal dari Letnan Jenderal Eyal Zamir. Eskalasi ini menunjukkan perhitungan strategis yang lebih mendalam dari aliansi tersebut terhadap Tehran.

Fakta-fakta ini, yang bersumber dari pernyataan militer Israel, menunjukkan bahwa konflik antara Israel dan Iran telah memasuki babak yang diklaim sangat menguntungkan pihak Israel per Sabtu, 7 Maret 2026.