BISNISMARKET.COM - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), emiten yang bergerak di distribusi perangkat telekomunikasi, mengumumkan pencapaian kinerja yang sangat solid pada periode kuartal pertama tahun 2026. Kinerja impresif ini ditandai dengan melonjaknya laba bersih perusahaan secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp495,6 miliar sepanjang Januari hingga Maret 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan tajam sebesar 133,49% jika dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal I-2025 yang tercatat senilai Rp212,3 miliar.
Lebih lanjut, berdasarkan dokumen laporan keuangan per tanggal 31 Maret 2026, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga mengalami pertumbuhan kuat. Nilai laba bersih induk tercatat mencapai Rp452,7 miliar, yang berarti tumbuh 122,73% secara tahunan (YoY) dari angka Rp203,3 miliar pada tahun 2025.
Peningkatan laba ini didukung oleh lonjakan signifikan pada sektor pendapatan neto Perseroan, yang berhasil menembus angka Rp22,4 triliun pada kuartal pertama 2026. Pertumbuhan pendapatan ini mencapai 41,12% dari total pendapatan Rp15,9 triliun pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kontribusi terbesar terhadap total pendapatan berasal dari lini penjualan telepon seluler dan tablet yang menyumbang Rp17,6 triliun. Sementara itu, segmen aksesori dan produk lainnya memberikan pemasukan sebesar Rp3,07 triliun.
Segmen bisnis lain juga turut berkontribusi positif, yakni komputer dan elektronik konsumen yang menyumbang Rp1,03 triliun, serta produk active & lifestyle yang menghasilkan Rp697,6 miliar. Pertumbuhan laba ini sejalan dengan kenaikan beban pokok penjualan yang mencapai Rp20,02 triliun, meskipun laba bruto tetap naik 33,07% menjadi Rp2,39 triliun secara YoY.
Deputy Group CEO PT Erajaya Swasembada Tbk, Hasan Aula, memberikan pandangannya mengenai pencapaian tersebut. "Memasuki tahun ke-30 Erajaya, pencapaian ini menegaskan fondasi yang telah kami bangun selama tiga dekade kini semakin mengakselerasi pertumbuhan," ujarnya dalam siaran pers, dikutip Sabtu (2/4/2026).
Kinerja solid ini menurut manajemen ditopang oleh strategi penguatan portofolio merek serta upaya ekspansi jaringan ritel yang terus dilakukan. Momentum perayaan Tahun Baru Imlek dan bulan Ramadan juga disebut turut mendorong peningkatan konsumsi masyarakat, utamanya pada kategori aksesori dan produk gaya hidup. Dilansir dari STOCKWATCH.ID, secara operasional, beban penjualan dan distribusi tercatat Rp1,18 triliun, sementara beban umum dan administrasi sebesar Rp745,7 miliar.
Dari sisi neraca keuangan, total aset ERAA per Maret 2026 telah mencapai Rp31,59 triliun, meningkat 9,46% dibanding posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp28,86 triliun. Total liabilitas tercatat mencapai Rp20,63 triliun, dan ekuitas perusahaan meningkat menjadi Rp10,95 triliun dari posisi Rp10,18 triliun di akhir tahun 2025.